Tag Archives: Hiking

ADA YANG BARU DI KLATEN

ADA YANG BARU DI KLATEN – CARTENZ ADVENTURE STORE KLATEN

[SOFT OPENING] Piye kabare Klaten Bersinar? #cozmeeder apakah Klaten adalah kampung halamanmu? Nah, Klaten adalah salah satu tempat yang ngangenin karena suasananya yang masih asri, dengan pemandangan yang cukup indah.

Klaten juga punya wisata yang tak kalah terkenal dengan wisata di tempat lainnya. Eits, udah pernah menjajal foto di Umbul Ponggok? Yup, salah satu wisata air yang cukup populer di media sosial dengan keunikannya.

Klaten masih sangat kental dengan suasana Jawa. Dengan masyarakatnya yang hangat dan ramah. Jadi buat kamu yang belum pernah ke Klaten bisa menjadikan Klaten sebagai salah satu tujuan liburanmu nanti.

Ada yang baru loh di Klaten! Yup, Cartenz Adventure Store Klaten akan soft opening di hari Senin, 22 Mei 2017 di Jalan Pemuda, no.121, Klaten. (Depan Matahari Mall Klaten). Mau jalan-jalan, naik gunung, kerja, sekolah dan lainnya bisa melengkapi perlengkapanmu di sini.

Kami siap menjadi bagian dari perjalanan dan petualangamu yang menyenangkan.  Jadikan kami sebagai teman perjalanan & petualanganmu. COZMEED, LIFETIME BROTHERHOOD!

#cozmeed #cozmeedbrotherhood #hikeresponsibly #lifetimebrotherhood

Perbedaan Hiking dan Trekking

Untitled-1

Mungkin kita kerap mendengar istilah hiking dan trekking digunakan secara bergantian. Kita juga tahu secara awam bahwa keduanya merupakan kegiatan diluar ruangan sebagai salah satu sarana rekreasi. Tapi apakah kedua istilah tersebut memang sama? Lalu apa perbedaan hiking dan trekking?

Secara sekilas perbedaan hiking dan trekking yaitu hiking atau dalam bahasa pendakian merupakan kegiatan di luar ruangan dengan berjalan kaki di lingkungan alam yang mana jalur yang akan dilewati telah terpetakan atau disebut rute pendakian. Ada pendakian pada siang hari dan pendakian malam hari.

Sedangkan trekking adalah sebuah perjalanan yang panjang, dilakukan dengan berjalan kaki. Kegiatan ini biasanya mengambil tempat atau daerah di mana tidak ada sarana transportasi yang tersedia. Medan trekking tidak melulu gunung, berjalan kaki dalam waktu beberapa hari pada jalur yang belum terpetakan dan lingkungan yang menantang seperti perbukitan atau pegunungan. Untuk mengetahui lebih jauh lagi perbedaan hiking dan trekking sebagai berikut.

  • Perbedaan hiking dan trakking dari segi pengaruh lingkungan.
    Hiker (sebutan untuk para pendaki) dan trekker mengikuti kebijakan yang sama yaitu kebiajakan untuk tidak meninggalkan jejak untuk mengurangi pengaruh dan dampak yang buruk terhadap lingkungan.

Sejumlah pendaki yang selama berpuluh tahun dalam sebuah area atau rute pendakian yang sama dapat merusak lingkungan alam yang mereka lewati melalui pengumpulan kayu, perapian, kotoran yang ditinggalkan, dan meninggalkan barang yang tidak dapat tidak dapat busuk (sampah plastik) yang dapat mencemari sumber air.

Beberapa pendaki telah mengeluhkan penggunaan tongkat untuk mendaki akan meninggalkan jejak yang terlihat berupa lubang disepanjang rute pendakian, hal ini juga dapat merusak tanaman perdu yang berbatasan langsung dengan rute tersebut.

Hal yang umum dikeluhkan lainnya adalah penggunanaan carbide tips (logam pemotong seperti pisau) yang meninggalkan goresan putih pada permukaan bebatuan dan membuat suara bising gerusan.Untuk trekking mungkin akan lebih buruk pengaruhnya mengingat jangka waktu trekking lebih lama.

  • Dari segi lokasi,
    perbedaan hiking dan trekking yakni jika hiking dilakukan pada lingkungan alam, bukit dan jalur pendakian alam yang indah. Lokasi yang digunakan untuk hiking biasanya telan ditandai dengan penunjuk arah atau plang agar para pendaki tidak kehilangan arah dan tersesat.

Sedangkan trekking sendiri bertempat di area yang jarang terjamah sistem transportasi kendaraan bermotor dengan keindahan yang luar biasa. Biasanya dilakukan pada areal pegunungan dan perbukitan. Untuk jalur pada trekking sendiri biasanya belum ditandai dan belum dipetakan pada jalur.

Perbedaan hiking dan trekking, lokasi hiking cenderung lebih populer dan terkenal di Negara kita dibandingkan dengan lokasi untuk trekking. Mungkin juga dikarenakan hiking sedang jadi tren saat ini dibandingkan trekking yang kurang populer.

  • Dari perlengkapan yang digunakan,
    perbedaan hiking dan trekking tergantung kebutuhan yang akan digunakan nanti. Hiking bergantung pada cuaca, apakah cuaca dari medan yang dilalui bersalju, hujan, kering atau tandus. Waktu yang digunakan juga akan sangat berpengaruh, apakah pendakian akan dilakukan pada malam atau siang hari. Jika malam hari setidaknya perlengkapan untuk penerangan sepenjang rute akan sangat diperlukan.

Tenda dan sleeping bag (kantung tidur) diperlukan untuk bermalam dan terhindar dari serangan serangga yang ada di pegunungan. Sepatu pendakian menyesuaikan medan, air, kompas, terkadang juga tongkat daki. Dengan persedian kebutuhan obat atau p3k, dan makanan.

Untuk pendakian jarak pendek, sepatu pendakian (pilihlah yang anti air), baju yang cocok dengan cuaca (topi da jaket anti air), peta dari rute perjalanan yang ditempuh, kompas, persediaan air, makanan dan perlengkapan p3k dapat dibawa. Sementara untuk trekking kebutuhan p3k, tenda, sepatu, kompas, pakaian yang menyesuaikan dengan perubahan suhu lingkunagn setempat terutama jika trekking dilakukan pada area pegunungan.

Pada dasarnya perbedaan hiking dan trekking secara perlengkapan tidak terlalu signifikan. Dalam hiking dan trekking untuk meminimalisir bahaya yang terkait kegiatan ini, seperti tersesat, dehidrasi atau hipotermia, kulit terbakar karena sinar matahari atau membeku karena kedinginan, serangan binatang, ataupun cedera yang tidak diduga.

  • Perbedaan hiking dan trekking secara terminologi.
    Hiking mempunyai sebutan yang berbeda di berbagai belahan dunia. Tramping di new-zealand, bush-walking di Australia. Bushwhacking adalah istilah yang secara spesifik digunakan untuk pendakian melewati hutan yang masih lebat dimana jalur yang ditempuh ditumbuhi vegetasi yang perlu dibabat dengan pisau machete agar dapat melaluinya.

Thru-hiking merupakan istilah yang digunakan terkait perjalanan hiking yang melalui sebuah jalur rangkaian secara penuh pada jalur khusus, seperti jalur alpachia. Sementara trekking dikenal juga dengan backpacking tapi jangan disalah artikan dengan mountaineering.

  • Perbedaan hiking dan trekking menurut hari libur atau hari besarnya.
    Hari mendaki atau hari berjalan sangat populer di daratan eropa, seperti New-Zealand, dan daratan Amerika seperti Chile, Costa Rica, Hawai dan Amerika Utara. Sedangkan untuk trekking sangat populer di kaki gunung Himalaya di Nepal, India dan Bhutan.

Nah itu tadi beberapa perbedaan hiking dan trekking dilihat dari berbagai point. Semoga kamu tidak kebingungan lagi dengan istilah hiking dan trekking.

Tips Mendulang Rupiah Dari Hobi Mendaki Gunung

6

Tak bisa dipungkiri bahwa saat ini khususnya di masyarakat Indonesia, tengah popular akan pesona alam sebagai salah satu destinasi wisata yang salah satunya adalah mendaki gunung dengan suguhan panorama indah nan menawan yang akan mampu membuat rasa rileks pada fikiran yang tengah penat dengan aktifitas sehari-hari. Namun perlu diingat bahwa untuk mengambil wisata ini memerlukan tips mendaki gunung khusus dengan teknik pendakian tersendiri bukan secara asal-asalan sebab andai teledor saat pendakian bisa beresiko adanya ancaman berbahaya hingga paling parah dapat mendekatkan pada maut.

Oleh karena itu bagi pemula yang belum banyak memiliki pengalaman mendaki gunung, alangkah baiknya mengambil wisata ini dengan didampingi oleh tim ahli. Saat ini terdapat sejumlah penyedia pelayanan jasa untuk mendampingi para pelancong kelas pemula yang ingin mendaki ke sejumlah gunung tujuan. Dengan menggunakan jasa dari tim pemandu, dapat meminimalisir terjadinya kemungkinan buruk yang tidak diinginkan sebab mereka sudah memiliki pengalaman dan teknik serta didukung dengan sejumlah alat pengaman yang mumpuni yang tentunya akan banyak membantu kenyamanan wisatawan.

Hal ini pula yang seharusnya bisa dijadikan peluang bagi para pendaki yang sudah mumpuni dan berpengalaman dalam bidangnya untuk membuka jasa pemandu pendakian. Banyak manfaat yang bisa diperoleh dari penyedia jasa ini yakni bukan hanya sebagai ajang untuk menyalurkan bakat namun juga sembari menjadikannya ladang mencari rupiah. Meski demikian untuk membuka jasa ini perlu memperhatikan sejumlah factor guna mendukung kelancaran dalam pekerjaan nantinya. Berikut tips yang bisa dipelajari sebelum membuka jasa pemandu pendakian:

  1. Miliki Pengalaman Mendaki Yang Mumpuni

Untuk menjadi seorang pemandu, anda harus memiliki banyak pengalaman mendaki terlebih dahulu pada gunung yang akan dipilih sebagai lokasi dengan harus banyak mengenak segala hal mengenai gunung tersebut baik jalur pendakian, teknik mendaki, ataupun pengalaman mendaki dibeda cuaca yakni dicuaca bersahabat ataupun saat cuaca ekstrim. Seorang pemandu tak akan laku dipasaran atau tak akan dipilih oleh para pelancong andai mereka sendiri belum memiliki pengalaman yang mumpuni dalam mendaki.

  1. Memprioritaskan Keselamatan

Keselamatan harus menjadi acuan utama baik untuk diri sendiri atau rombongan. Pemandu wisata bertindak sebagai pimpinan kelompok dimana harus selalu mengontrol keselamatan anggota sebelum, selama hingga selesai pendakian. Anda harus tegas dalam menentukan sikap dan jangan sekali-kali mengambil resiko berbahaya dengan harus memperhatiakn peraturan gunung yang akan dituju. Misal, saat cuaca tengah tidak bersahabat anda harus tegas untuk menghentikan pendakian terlebih dahulu dan baru dilanjutkan jika cuaca dinilai sudah aman.

  1. Lengkapi Peralatan Pendukung

Seorang pemandu wajib memiliki semua peralatan pendukung dalam pendakian gunung. Hal itu akan mempermudah dalam pekerjaan anda sekaligus mengontrol semua anggota rombongan. Salah satu hal yang tak boleh dilewatkan adalah harus menyediakan alat kesehatan ada pada bawaan anda. Selain itu seorang pemandu juga harus dilengkapi dengan peralatan lain yang diperlukan untuk pendakian semacam kompas, tali, peta jalur pendakian, dan lain-lain.

  1. Berkata Cakap dan Ramah

Penyedia jasa pemandu wisata bukan hanya harus memperhatikan keselamatan anggota saja, melainkan harus memprioritaskan pula kepuasan serta kenyamanan untuk para pengambil jasa anda. Kepuasan dan kenyamanan tersebut salah satunya dapat dinilai dari keramahan anda saat memandu pendakian serta harus mampu berkata cakap dengan bahasa yang baik ketika memberikan penjelasan saat memimpin wisata.

  1. Sediakan Peket Pendakian Yang Lengkap

Kemampuan pengambil jasa pemandu tentunya berasal dari beberapa golongan baik golongan mampu ataupun standart. Oleh karena itu sediakan beberapa paket pilihan untuk jasa anda dimana anda harus bisa menentukan fasilitas yang akan diberikan nantinya. Sebelumnya anda harus memperhitungan fasilitas yang akan diberikan dengan modal yang dibutuhkan, pastikan anda mendapat keuntungan bukan kerugian.

  1. Organisasi Tugas

Untuk membuka jasa pamandu pendakian, tak bisa segala sesuatunya hanya diurusi oleh satu orang saja. Oleh karena itu untuk membuka jasa ini buatlah group atau organisasi terdiri dari sejumlah anggota dengan masing-masing tugas yang jelas agar segala sesuatu dapat berjalan dengan maksimal.

  1. Publikasi dan Promosi

Satu hal yang tak boleh dilupakan adalah publikasi dan promosi, setiap wisatawan tak akan mengetahui keberadaan anda sebagai penyedia jasa pemandu pendakian andai tak ada publikasi dan promosi. Oleh karena itu untuk hal ini anda dapat memanfaatkan internet sebagai tempat memperkenalkan jasa yang akan anda berikan dengan harus mencantumkan segala informasi mengenai jasa anda serta cantumkan pula kontak yang bisa dihubungi. Selain itu juga bisa dengan memasang stand pada lokasi pemberengkatan jalur pendakian.

Demikian pembahasan beberapa tips mendaki gunung sebelum anda membuka jasa pemandu, mantapkan rencana terlebih dahulu sebelum melangkah agar berjalan sukses. Semoga bermanfaat!

Cara Mencegah Dan Mengatasi Cidera Otot Saat Pendakian

Edmun-Hillary

 

Mengatasi cidera otot – Seorang pendaki sejati entah pemula atau pendaki berpengalaman memiliki resiko terserang cidera otot. Hal ini disebabkan saat pendakian semua otot tubuh mereka bekerja sangat ekstra terutama otot kaki sebagai pijakan. Bagi seorang pendaki pemula hal ini kerap terjadi karena kurangnya latihan dan pemanasan ketika hendak melakukan pendakian. Jangan khawatir, hal tersebut bisa dibilang sebuah hal yang wajar, yang pasti kita tahu dengan pasti cara untuk mencegah, macam cidera yang terjadi dan cara untuk mengatasinya.

Lebih jelasnya anda bisa simak sedikit ulasan untuk mencegah dan mengatasi cidera otot saat pendakian anda bisa menyimak ulasan dibawah ini.:

 

Cidera pada pergelangan kaki

Cidera otot yang terjadi pada bagian pergelangan kaki ini ditandai dengan radang serta nyeri pada kaki bagian pergelangan. Cidera otot ini akibat otot bawah pada betis tidak terlalu kuat sehingga saat melewati medan berbatu, tidak rata serta tanah yang tidak mulus akan menyebabkan kaki bagian pergelangan menjadi tidak stabil pada saat posisi berjalan.

Untuk mencegah dan mengatasi cidera otot ini anda bisa melakukan latihan dengan gerakan berdiri dengan satu kaki sambil membawa beban. Hal ini bertujuan untuk membuat otot bawah bagian kaki atau pergelangan menjadi lebih kuat.

 

Sakit pada tulang jari

Sakit pada tulang jari dirasakan pada bagian tulang sebelum jari pada kaki, rasa sakit ini ibarat terdapat batu yang tajam yang terdapat dalam sepatu anda. Untuk mencegah dan mengatasi cidera otot atau kram ini anda harus mengurangi kebiasaan menanjakkan kaki pada sepatu bagian ujung secara berlebihan, menghindari memakai sepatu dengan lekuk yang terlalu keatas serta ujung sepatu yang sempit.

 

Kram pada bagian betis

Cidera otot yang terjadi pada bagian betis ini ditandai dengan kram otot yang terjadi pada bagian betis, tidak bertenaga, dan kualitas nyerinya seperti terbakar. Cidera otot ini akibat sang pendaki melalui tanjakan yang berbatu dimana pendaki dihadapkan pada keadaan yang mengharuskannya mendaki dengan kaki satu demi satu dimana bukan pantat atau otot paha sebagai tumpuannya melainkan betis.

Untuk mencegah dan mengatasi cidera otot atau kram pada betis ini anda harus rutin melatih otot bokong dan paha anda agar otot tersebut bisa dijadikan tumpuan saat hendak memanjat pada jalan menanjak. Kemudian mengatasi cidera otot ini dengan diistirahatkannya seluruh tubuh, taruh kaki sedikit tinggi daripada organ jantung, lalu pijat betis perlahan agar lebih lemas dan kaku berkurang.

 

Nyeri pada otot pinggul

Cidera pada otot pinggul ini ditandai dengan nyeri yang sangat pada saat melangkah yang disebabkan jaringan lunak yang terdapat pada organ pinggul mengalami kerusakan serta peradangan pada sendi yang terdapat di bagian pinggul. Hal ini bisa dilihat dari rasa malas ketika mengangkat bagian paha, cara anda berjalan yang sedikit aneh. Cidera otot ini disebabkan oleh kebiasaan mendaki gunung saat weekend tanpa prepare dengan latihan olahraga sebelum pendakian . Untuk mengatasi cidera otot atau kram ini bisa dilakukan dengan menguatkan otot pinggul dengan hip abductor exercise.

 

Nyeri pada paha disertai gemetar pada lutut

Penyebab cidera otot ini adalah barang bawaan pendaki yang masih terlalu berat saat turun sehingga membuat lutut, pinggul serta pergelangan kaki dalam keadaan yang kurang sejajar yang menyebabkan kaki pendaki tidak sama panjang saat berjalan.

Cara mencegah dan mengatasi cidera otot ini adalah dengan melatih otot bahu hingga pinggul atau otot torso agar saat turun dari pendakian tubuh anda dalam keadaan stabil.

 

Selepas pendakian para pendaki biasanya mengalami rasa pegal dan nyeri pada bagian otot tertentu, sehingga sehabis menjalani pendakian biasanya mereka melakukan beberapa metode penyembuhan. Nah, berikut ini kami berikan beberapa cara ampuh untuk mengatasi cidera otot dengan sederhana seperti:

  1. Peregangan otot

Para pendaki biasa mengatasi cidera otot hal ini dengan teknik traction dengan penarikan otot tubuh diterapkan pada jari, kaki, dan lengan dan hanya mereka percayakan kepada orang yang ahli agar tidak terjadi luka robek.

  1. Massage

Massage atau pemijatan untuk mengatasi cidera otot ini sangat efektif mengatasi pembengkakan dan kejang pada otot. Namun rasionalnya banyak teknik massage yang tersedia pada era ini, sehingga anda harus memastikan ahli pijat serta teknik pemijatan yang anda pilih adalah tepat serta tidak berefek memperparah.

  1. Pengompresan

Mengatasi cidera otot dengan cara ini bertujuan untuk membuat panas tubuh berkurang, mengurangi nyeri serta mengatasi bengkak pada bagian tubuh tertentu. Untuk menurunkan panas tubuh anda bisa memanfaatkan kompres air hangat sedang untuk bengkak atau luka memar anda bisa menggunakan kompres air es.

  1. Penggunaan obat

Mengatasi cidera otot dengan obat relaksan bisa menimbulkan efek kantuk, sehingga anda memerlukan istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisi anda fit kembali. Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi cidera otot, kesleo atau kejang pada otot antara lain: lioresal/ baclofen, meraxalone, orphenadrine, dll.

Cidera otot ketika pendakian merupakan sebuah permasalahan yang sering terjadi. Dengan mengetahui macam dan cara mengatasinya cidera otot ini tentunya akan lebih mempermudah anda ketika melakukan pendakian. Tentunya anda tidak ingin jika aktivitas bahagia anda terhenti gara-gara cidera otot ini bukan?

Temukan kami di Facebook Twitter Google+ dan Instagram 🙂

Hal yang Perlu Diperhatikan Dalam Mountaineering

sdas

Mountaineering adalah istilah yang digunakan untuk berbagai olah raga yang berhubungan dengan medan yang digunakan yaitu gunung, seperti mendaki gunung, panjat tebing, dan lain-lain. Selain itu mountaineering juga merupakan kegiatan di luar ruangan yang mampu meningkatkan kebugaran dan kesehatan tubuh, dan yang tak kalah penting jika kegiatan ini menantang dan menyenangkan untuk dalakukan.

Jika kamu memutuskan ingin mejajal mountaineering di dalam ataupun luar negeri, tubuhmu akan berhadapan dengan rintangan dan halangan yang telah dipersiapkan oleh alam. Jadi ada baiknya untuk menyimak hal apa saja yang perlu diperhatikan dalam mountaineering.

  • Bekali dengan wawasan dan ketrampilan.

Mountaineering merupakan sebuah petualangan yang cukup berisiko jika tidak dilakukan dengan wawasan tentang hal ini sendiri dan banyak aspek lain terkait kemampuan dalam membaca peta, membaca arah, dan pemahaman tentang bagaimana suhu dan cuaca yang ada di gunung.

  • Persiapan dan perencanaan yang matang.

Sisihkan waktumu untuk mempersiapkan dan merencanakan segala hal dan keperluan kamu dalam pendakian. Persiapan dan perencanaan yang matang akan menentukan sukses atau tidaknya pendakian yang akan kamu lakukan.

Rencanakan rute pendakian yang akan kamu lalui dan barang-barang yang diperlukan untuk pendakian nanti terkait waktu atau durasi lamanya pendakian kamu apakah untuk beberapa hari, satu minggu atau ekspedisi yang memerluakn wktu berbulan-bulan.

Sebelum berangkat pastikan segala persiapan kamu untuk pendakian telah lengkap, ada baiknya jika kamu melakukan pengecekan ulang.

  • Sepatu yang tepat.

Ada baiknya jika poin pertama telah kamu lakukan maka kamu akan dapat memilih sepatu atau alas kaki untuk pendakian kamu terkait cuaca gunung tersebut. Pendakian dengan cuaca gunung yang kering akan sangat berbeda dengan gunung yang tertutup salju di seluruh permukaannya.

  • Persediaan makanan.

Pastikan kamu membawa perbekalan makanan dan air yang cukup untuk perjalanan mountaineering. Makanan yang perlu kamu bawa adalah makanan yang cukup mengandung banyak energy dan tidak terlalu berat untuk dibawa, misalnya saja mie instan atau makanan kemasan yang lain yang dapat mengganjal perut dalam jangka waktu lebih lama.

Serta pastikan untuk membawa makanan yang enak untuk dikonsumsi agar perjalanan mountaineering kamu lebih menyenangkan. Hindari membawa snack karena kemasannya yang memerlukan ruang lebih.

  • Amati cuaca.

Sebelum memutuskan untuk memulai perjalanan mountaineering di manapun, pastikan kamu mengetahui ramalan cuaca setempat. Kamu bisa menunda kapanpun pendakianmu di lain hari jika kondisi cuaca tidak bersahabat.

Beberapa rute pada perjalanan mountaineering yang akan kamu lalui mungkin tidak akan bisa dilalui atau tertutup jika dalam kondisi cuaca yang buruk, seperti longsoran salju yang menutupi jalan.

  • Tenda darurat.

Banyak kecelakaan atau cidera yang tidak dapat dihindari terjdi dalam perjalanan hanya karena menyepelekan kondisi cuaca. Selalu bawa tenda darurat untuk berjaga-jaga untuk melindungimu dari cuaca yang tiba-tiba berubah dan suhu yang dapat membekukan. Bawalah yang kecil dan ringan atau tergantung individu yang ada dalam perjalanan mountaineering tersebut.

  • Tidakan dalam keadaan darurat.

Jika ditanya pasti tidak ada manusia yang ingin mengalami cidera atau kecelakaan dalam mountaineering, tapi cedera dan kecelakaan merupakan hal yang tidak dapat dihindari terutama di alam terbuka seperti gunung.

Berlatihlah atau pelajari cara untuk menghadapi berbagai keadaan darurat yang mungkin dapat terjadi pada orang yang memeng berpengalaman dalam hal ini.

  • Penanganan Darurat dalam perjalanan mountaineering:
  • Jangan tergesa-gesa atau gegabah dan tetap tenang. Sebaliknya kesalahan kecil akan berakibat pada cedera yang lebih serius.
  • Cepat lihat bagaimana kondisi korban.
  • Tentukan apakah korban dapat dirawat atau dievakuasi oleh pihak lain.
  • Panggil regu penyelamat jika dibutuhkan. Jika tidak ada sinyal maka salah satu dari kelompok harus pergi mencari pertolongan.
  • Jangan meninggalkan korban dalam keadaan yang mengancam seperti jatuh dan tersangkut. Usahakan untuk menolong korban jika dapat dilakukan setelah itu memungkinkan untuk dievakuasi.
  • Pindahkah korban ke tenda dan jaga agar tetap hangat. Namun, jangan pindahkan korban jika kamu menganggap korban cedera tulang punggung.
  • Jangan pindahkan korban terlalu jauh dari rute perjalanan agar tim penyelamat mudah mengevakuasinya.
  • Komunikasi dalam keadaan darurat.

Selalu bawa telepon genggam dalam mountaineering, bungkus dengan plastik anti air jika telepon genggam tidak anti air. Dalam keadaan darurat hal ini bisa sangat membantu untuk menghubungi layanan darurat.

  • Tetap berhati-hati.

Mountaineering bisa menjadi kenangan yang sangat indah dan mengasyikan tapi disana ada berbagai macam bahaya yang tidak dapat dihindari dan diperhitungkan. Resiko akan kecelakaan ataupun cedera akan sedikit berkurang jika persiapan yang kamu buat telah matang dan seiring bertambahnya pengalaman.

Sebaliknya jika kamu terlalu memaksakan diri dengan cepat sama saja dengan mencari penyakit. Berencanalah sesuai dengan kemampuanmu dan sesuai dengan kemampuan orang yang paling lemah (jika kamu mountaineering berkelompok).

  • Pertolongan pertama.

Penanganan pertama pada kecelakaan sangat diperlukan dan penting dalam mountaineering. Selalu membawa perlengkapan p3k setidaknya untuk pribadi karena biasanya seorang leader atau pemimpin kelompok akan membawa perlengkapan p3k yang lebih lengkap.

Temukan juga kami di Facebook Twitter Google+ dan Instagram 🙂

Kamu Pendaki Gunung? Kamu Adalah Seorang Pacar Idaman.

_MG_0222

Kriteria pacar idaman? Yang seperti apa yaa? Percaya atau tidak, pendaki gunung termasuk ke dalam kriteria pacar idaman yang memiliki kualitas oke yang patut untuk dijadikan calon pendamping. Mereka dengan semangat juangnya melangkahkan kaki untuk mencapai puncak yang tinggi, mereka rela membawa keril berisi peralatan berkemah dan juga pengganjal perut, mereka yang berani mengambil resiko melewati hari-hari di dalam hutan untuk mengalahkan diri. Penasaran kan mengapa pendaki gunung termasuk dalam kriteria pacar idaman yang layak. Berikut beberapa alasannya. Simak ya guysss!

  1. Dia memiliki jiwa juang yang sudah tidak diragukan lagi

Apakah kamu termasuk orang yang mengidamkan calon pendamping yang tangguh? Atau kamu termasuk dalam golongan orang yang paling illfeel kalau mendapat pasangan yang manja? Jika kamu adalah orang yang mengharapkan pasangan dengan semangat juang yang tinggi maka seorang pendaki gunung adalah orang yang wajib kamu jadikan pasangan sejatimu karena meskipun dalam situasi sesulit dan sesengit apapun dia akan terus berusaha mencapai garis finish di puncak pendakiannya. Pasanganmu adalah dia yang pernah merasakan perih karena kakinya yang lecet demi menyusuri rute yang curam. Kebayang kan bagaimana dia akan berjuang mati-matian juga demi keutuhan, kelanggengan dan keharmonisan hubungan yang kalian jalani. Hmmm…

  1. Mampu mengalahkan diri sendiri

Musuh terbesar seseorang bukanlah orang lain atau lingkungan sekitar, melainkan diri sendiri. Filosofi ini adalah pegangan bagi para pendaki gunung. Kegiatan mendaki gunung adalah suatu proses untuk menantang diri mangalahkan rasa malas, letih, atau keputus asaan yang muncul sebelum mencapai puncak. Seorang yang gemar mendaki gunung berprinsip bahwa tujuannya tidak akan tercapai jika dia tidak memotivasi dirinya sendiri. Dalam batinnya dia akan terus berucap, “kurang beberapa langkah lagi”. Dia tidak akan rela dikalahkan oleh rasa capek, lapar atau haus yang muncul dari dirinya sendiri. Meskipun harus bersusah payah dia akan terus berjuang selangkah demi selangkah untuk mencapai puncak.

  1. Dia dalah orang yang bisa diandalkan

Pacar yang bisa diandalkan adalah mereka yang bisa mengontrol diri untuk mengalahkan diri mereka sendiri. Dia bukanlah orang yang akan galau mau dibawa kemana tujuan hidupnya . Proses pendakian gunung memberikan pelajaran bagi para pendaki gunung untuk lebih memahami dirinya sendiri.
Dia akan merasakan bagaimana panasnya berada dibawah terik matahari, dia adalah orang yang paham untuk mencapai cita-citanya sampai berhasil. Dia adalah orang yang akan merasa puas dengan keberhasilan yang benar-benar diperjuangkan sepenuh hati sesuai dengan impian mereka. Kamu tidak perlu khawatir ataupun takut akan kehilangan dia disaat kamu benar-benar membutuhkannya, dia sudah menetapkan jalan kedepan yang harus kalian berdua jalani jauh sebelum dia bertemu dengan anda. Cieee..

  1. Dia sudah ahli dalam menentukan target

Orang bisa dikatakan sukses apabila dia mampu menentukan target dan juga mematuhinya. Tidak perlu target yang muluk-muluk, cukup target yang sesuai dengan kemampuan sehingga target tersebut dapat dijangkau. Meskipun banyak rintangan para pendaki gunung sudah terbiasa untuk menentukan target pencapaian.
Sebelum mereka mendaki mereka akan memeprhitungkan tenaga, waktu, peralatan dan kemudian menyesuaikan dengan rute yang harus dilalui. Pendaki gunung sangat ahli dalam menentukan target yang sesuai dengan sumber daya. Kemampuan canggih inilah yang dibutuhkan bagi anda yang ingin memulai hidup bersama mengarungi bahtera rumah tangga dengan segala liku-liku kehidupan yang ada di dunia fana ini.

  1. Seseorang yang rendah hati

Pendaki gunung adalah orang yang tidak akan menyombongkan diri dengan berfikir dia lebih kuat dari orang lain. Meskipun dia sudah menapakkan kakinya di berbagai puncak tertinggi di dunia ini dia tidak merasa lebih baik dari pada mereka yang belum pernah mendaki. Dengan mendaki mereka justru akan sadar bahwa alam raya ini sungguhlah ganas dan kemampuan manusia tidak ada apa-apanya.
Jika kamu mempunyai pasangan seorang pendaki gunung maka kamu harus siap dengan segala ceramahnya untuk senantiasa tidak merasa memiliki kemampuan lebih diatas orang lain. Pendaki gunung akan emmberitahu anda bahwa dia pernah melihat orang yang lebih tua namun masih sehat dan segar saat mencapai puncak, dia adalah orang yang hampir melayang nyawanya karena terserang hipotermia, dia adalah orang yang pernah tersesat dalam menentukan arah. Baginya, dia bukanlah siapa-siapa jika dibandingkan dengan alam raya ciptaan Tuhan.

Nah, itulah beberapa alasan mengapa pendaki gunung termasuk dalam kriteria pacar idaman yang layak kamu kencani. Berbekal pengalaman mendakinya yang luar biasa disertai dengan semangat juang tinggi, kesederhanaan, dan kerendahan hati menjadikan dia akan menerima kamu apa adanya dan senantiasa memperjuangkanmu, melindungimu dan menghargaimu hingga akhir waktu. Semoga artikel ini bermanfaat bagi anda khususnya yang masih ragu menentukan kriteria pacar idaman dunia akhirat.

Dapatkan informasi terupdate dari kami di: Twitter Facebook Instagram dan Google+

Pendaki Harus tahu Mountaineering Jika ingin Selamat Mendaki!

IMG_0296

Aktifitas pendakian saat ini telah menjadi primadona segala penjuru di dunia. Karena kesenangan tersendiri mencapai puncak memiliki daya tarik keindahan alam yang luar biasa. Maka banyak orang merogoh koceknya ke toko khusus alat pendakian sampai toko online mempersiapkan diri untuk mendaki.

Berikut macam montaineering yang tepat anda ketahui sebelum mendaki dan sebenarnya menjadi salah satu syarat selamat pendakian:

  1. Berjalan (hill walking)sebenarnya kegiatan ini termasuk dalam pendakian gunung. Hill walking merupakan kegiatan paling populer dan banyak dilakukan di Indonesia. Hal ini disebabkan struktur pegunungan di Indonesia menonjolkan keindahan alam.
  2. Memanjat (rock climbing) meski sekarang ini terpisah dari kegiatan pendakian namun masih cabang dari mountaineering. Anda akan dituntut membawa berbagai alat dan benar-benar ahli dalam bidang ini yang menjadi syarat selamat pendakian.
  3. Mendaki gunung es (ice & snow climbing) keduanya tidak dapat dipisahkan karena struktur pegunungan es tidak dapat di duga. Agar syarat selamat pendakian lebih terjamin biasanya didalamnya mencakup: mountcamping, navigasi medan dan peta, mount resque, teknik-teknik rock climbing, pppk pegunungan, dan lain-lain.

Langkah Prosedur Pendakian 

Sebagai standar syarat selamat pendakian anda akan lebih terjamin apabila minimal memerhatikan tiga langkah dibawah ini yang umumnya digunakan para pecinta alam, yaitu :

  1. Persiapan awal syarat selamat pendakian:
  • Lebih cerdas bila anda berkelompok dan menentukan pengurus panitia pendakian tujuan gunung yang di impikan. Sebab akan memudahkan anda ketika membutuhkan pertolongan mendadak. Terlebih bila anggota atau minimal salah satu anggota dari kelompok anda sudah terlatih akan semakin bisa meminimalkan hal yang tidak diinginkan, artinya memaksimalkan syarat selamat pendakian.
  • Siapkan fisik dengan sering berolahraga, sebenarnya tidak perlu memaksakan diri, namu secara rutin sudah mengolah otot agar tidak terjadi kram dan sebagainya sebagai langkah awal syarat selamat pendakian. Selain itu persiapan mental menjadi kunci utama agar anda tetap tenang dalam kondisi apapun dari kemungkinan yang tidak diinginkan dan mampu mengatasi permasalahan ketika terjadi.
  1. Dalam melakukan pendakian akan lebih bagus juka anda atau salah satu dari anggota sudah pernah mendaki gunung tersebut. Namun biasanya tantangan dan alasan kenikmatan lebih memilih gunung yang belum anda kenal sebelumnya, syarat selamat pendakian yang harus diperhatikan adalah membawa guide.

Sedangkan dalam pelaksanaannya bentuklah kelompok anda menjadi tiga agar syarat selamat pendakian semakin maksimal, yakni:

  • Kelompok pelopor, lebih dikenal sebagai ketua atau koordinator tim.
  • Kelompok inti
  • Kelompok penyapu, berada paling belakang yang menjaga anggota anda dari kelelahan.

Selama perjalanan mendaki, tetaplah jaga anggota anda! Artinya selama pendakian yang paling utama adalah kekompakan anggota. Sebab syarat selamat pendakian yang paling utama memerhatikan kondisi anggota.

  1. Evaluasi akan membantu perbaikan kegiatan pendakian akan datang.

Persiapan Mendaki Gunung 

  1. Pengenalan Medan

Orientasi mengenal gunung yang akan dituju tidak boleh ditinggalkan sebagai syarat selamat pendakian. Pengenalan mulai dari keadaan perjalanan pendakian akan memungkinkan kita membawa peralatan yang dibutuhkan. Selain itu cuaca gunung yang tak menentu akan diketahui dari standar rata-rata cuaca gunung yang akan kita daki. Sehingga pengenalan ini membantu persiapan syarat selamat pendakian dengan membawa kebutuhan peralatan pendakian. 

  1. Persiapan Fisik

Syarat selamat pendakian berikutnya masalah kelenturan tubuh akan menjauhkan kita dari kram otot bahkan mengurangi resiko kejang otot setelah mendaki.  

  1. Persiapan Tim

Menentukan pembagian tim dengan tiga aspek(koordinator, anggota inti, dan penyapu) dan jumlah tim berpengaruh terhadap kesuksesan pendakian anda. Semakin banyak jumlah anggota pendakian akan semakin lambat dan sulit dalam mengondisikannya. Oleh karena itu syarat selamat pendakian dalam pembagian tim berjumlah kurang lebih enam orang. 

  1. Perbekalan dan peralatan

Bahaya di gunung 

Sebenarnya dalam kegiatan mendaki dengan persiapan yang maksimal pun tidak dapat dipungkiri selalu saja ada masalah internal(anggota/individu) dan eksternal(kondisi gunung). Maka syarat selamat pendakian menjadi tujuan terpenting meski sebenarnya anda menginginkan kenikmatan dalam mendaki. Maksudnya anda bisa mengetahuinya dibawah ini: 

 

Faktor Internal

Kemampuan dalam mendaki setiap individu menentukan syarat selamat pendakian lebih besar. Sebab setiap anggota dituntut memenuhi kebutuhannya sendiri agar selalu terjaga kesehatannya. Maka yang paling berpengaruh yaitu: pengetahuan pendakian, pengalaman, kemampuan membaca permasalahan dan menangkap kebutuhan pendakian.

Faktor Eksternal 

Secara teknis gangguan ini berasal dari alam itu sendiri, misalnya seperti cuaca, curah hujan, angin, dan lain sebagainya. Rasa yang semakin menginginkan sampai puncak akan mendorong kita untuk melupakan syarat selamat pendakian. Oleh karena itu kadang kebutuhan gizi dan peranan panas tubuh sering kita lupakan.

Demikian yang dapat menjadi pegangan kita ketika ingin mendaki mendapatkan kesenangan paling berbeda daripada hobi yang lain. Selain mendapat hadiah keindahan alam yang luar biasa anda akan diuji syarat selamat pendakian dengan harapan sehat selamat samai di rumah. Semoga pendakianmu aman dan menyenangkan.

Temukan kami di Facebook Twitter Google+ dan Instagram

Suka Mendaki Sendirian? Ikuti Tips Pendakian Solo Berikut!

IMG_0258

Bagi sebagian orang mendaki gunung bisa menjadi sebuah aktivitas yang sangat menyenangkan untuk mengisi liburan bersama teman-teman. Meski mendaki gunung memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi, hal ini tidak menyurutkan niat mereka untuk melakukan pendakian karena bagi mereka menginjakan kaki dipuncak gunung yang tinggi menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi mereka.

Pendakian umunya dilakukan dengan sebuah kelompok maupun bersama teman-teman. Karena dengan mendaki gunung bersama teman akan memudahkan kita mencapai puncak lebih cepat. Jika kita melakukan pendakian secara ramai-ramai kita lebih mudah melakukan pendakian karena kita bisa berbagi tugas baik untuk kordinasi jalan, peralatan pendakian, serta kebutuhan lainya.

Namun jika anda ingin melakukan sebuah pendakian sendiri, anda harus sangat hati-hati mengingat pendakian merupakan aktivitas yang sangat berbahaya, apalagi jika dilakukan sendirian, kita harus siap untuk menghadapi tantangan medan untuk sampai kepuncak, siap untuk menghadipi segala resiko yang mungkin akan terjadi, dan juga siap menentukan langkah anda sendirian. Bisa saja anda melakukan pendakian sendiri, namun anda harus memiliki beberapa hal agar pendakian sendiri anda berhasil sampai puncak dan kembali dengan selamat. Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan dalam melakukan pendakian sendiri.

Langkah pertama dalam melakukan pendakian sendiri adalah anda bisa memilih tempat yang sudah anda kenal dengan baik. Dengan mengenal dengan baik tempat yang anda jadikan sebagai pendakian sendiri anda akan lebih mudah untuk mengenali apa saja yang ada di tempat tersebut, bagaimana cuacanya, apa saja yang hadiperlukan, serta memprediksi segala kejadian dan resiko yang akan terjadi dengan baik karena anda sudah sangat mengenali tempat tersebut. Dengan begini anda akan lebih mudah untuk melakukan pendakian sendiri.

Untuk memuluskan perjalanan pendakian sendiri, anda harus bisa memprediksikan kemungkinan yang akan terjadi dan langkah apa saja yang harus anda lakukan jika hal itu benar-benar terjadi, bukan berpikir negatif, tapi ini untuk antisipasi mengingat pendakian secara berkelompok saja masih memiliki resiko yang sangat tinggi apalagi jika dilakukan seorang diri. Pastikan segala resiko yang mungkin saja terjadi bisa anda atasi sendirian, lakukan latihan-latihan yang diperlukan seperti penangan jika terluka, jika tersesat, jika cuaca tidak memungkinkan utuk melakukan pendakian.

Langkah selanjutnya dalam pendakian sendiri adalah dengan memilih jalur yang paling baik, jalur yang baik dalam pendakian sendiri adalah jalur yang biasa dilalui oleh para pendaki lainya. Jika anda memilih jalur yang sering digunakan para pendaki tentu tingkat keberhasilan untuk sampai kepuncak akan semakin baik. Selain itu anda juga akan sering menemukan para pendaki lainya yang mungkin dapat membantu anda ketika mengalami sebuah kesulitan biarpun anda melakukan pendakian sendiri teman-teman pendaki lainya pasti akan dengan senang hati membantu jika anda mengalami sebuah kesulitan.

Lakukan persiapan fisik sebelum pendakian sendiri untuk meningkatkan stamina anda dalam melakukan pendakian sendiri anda harus siap membawa semua peralatan seorang diri dimulai dari peralatan makanan, obat-batan, perlatan untuk tidur, serta peralatan lainya. Belum lagi medan yang akan hadapi seorang diri, tentu hal ini akan sangat menguras tenaga anda.

Tips selanjutnya adalah anda harus mampu mengetahui kekuatan anda sendiri, ketahuilah kekuatan diri anda dan sesuaikan dengan langkah yang akan anda ambil agar pendakian sendiri anda bisa sampai puncak dan kembali dengan selamat. Jika stamina anda mulai terkuras dan sudah sampai batasan kekuatan anda jangan terlalu memaksakan diri untuk cepat-cepat sampai puncak. Beristirahatlah, kembalikan stamina anda sampai siap untuk melanjutkan kembali pendakian sendiri anda. Jangan sekali-kali menuruti ego anda untuk sampai puncak dengan cepat, karena hal ini akan sangat berbahaya untuk diri anda sendiri.

Bersikap baik dengan pendaki lainya,dalam melakukan pendakian sendiri cobalah untuk bersikap ramah dengan pendaki lainya yang anda jumpai dalam perjalanan anda. Meskipun semua hal sudah anda fikirkan dengan baik namun bukan tidak mungkin sesuatu yang sebelumnya tidak anda fikirkan akan terjadi, sebaik apapun perencanaan anda, sebaik apapun pemecahan masalah anda, adakalanya kita akan membutuhkan pendaki lain di dalam pendakian seorang diri. Jika pendaki lain menemukan sebuah kesulitan cobalah untuk membantunya, jangan menuruti ego anda untuk cepat sampai puncak karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana, mungkin saja didepan sana kita akan membutuhkan bantuan dari pendaki lainya.

Selain itu anda juga harus memberikan informasi mengenai kapan anda melakukan pendakian, kapan anda akan pulang, dimana anda melakukan pendakian kepada sesorang untuk mengantisipasi jika sesuatu yang buruk menimpa anda mengingat pendakian sendiri memiliki resiko yang sangat tinggi. Sehingga jika sesuatu menimpa anda, seseorang tersebut akan lebih mudah untuk melakuakan pertolongan terhadap anda.

Dalam melakukan pendakian sendiri kita di tuntuk untuk menaklukan segala rintangan yang ada seorang diri, maka dari itu kita harus benar-benar memikirkan sebelum melakukan pendakian. Jangan hanya menuruti ego saja, keselamat anda adalah sesuatu yang lebih baik untuk tetap dijaga. Semoga artikel ini memberikan manfaat.

Temukan kami juga kami di Facebook Twitter Google+ dan Instagram

Gunung Mana Saja Sih Yang Cocok Untuk Pemula ?

REN_1723

Gunung merupakan salah satu kenampakan alam yang menyimpan berbagai manfaat dan keindahan bagi makhluk yang hidup disekitarnya. Tak hanya dapat diambil manfaatnya oleh penduduk sekitar lereng gunung namun gunung menjadi objek wisata yang sering dikunjungi oleh para traveler ataupun pecinta alam. Hiking merupakan salah satu alasan para traveler untuk datang kesini.

Bagi mereka yang sudah berulang kali hiking mungkin segala medan yang terhampar akan mudah dilalui, namun bagaimana untuk mereka yang masih sekali atau belum pernah sama sekali melakukan hiking? Pastinya medan yang ada akan sangant berpengaruh buat kalian. Nah, jika kamu termasuk kedalam bagian para pemula dalam hal mendaki gunung (hiking) maka pemilihan gunung yang tepat sangat dianjuarkan. Agar keamanan kalian dalam menikmati hobi hiking lebih terjaga.

Lalu gunung mana saja yang dapat dijadikan oleh para pemula penghobi hiking? Berikut ulasannya.

 

Gunung Ijen

Gunung yang terletak diantara perbatasan kabupaten Banyuwani dan kabupaten Bondowoso, Jawa Timur ini memiliki ketinggian 2443 Mdpl. Yang membuat gunung ini semakin memiliki daya tarik yakni kawah Gunung Ijen yang terletak di puncak gunung tersebut. Di sinilah para penambang tradisional mencari belerang sebagai mata pencaharian mereka. Bagi kamu yang ingin hiking kesini, jangan lupa untuk melihat fenomena api biru di kawah ijen.

Untuk kamu yang ingin hiking ke kawah Gunung Ijen, kamu bisa menggunakan kereta api dengan tujuan banyuwangi dan turun di Stasiun Karangasem, setelah itu kamu bisa naik ojek ke Kecamatan Licin, Desa Banyusari. Dari sini kamu bisa melanjutkan perjalanan ke Paltuding, untuk alternative rute lainnya yaitu Bondowoso – Wonosari – Tapen – Sempol – Paltuding.

Lintasan hiking Gunung Ijen cukup berat karena medan yang menanjak, sebagian besar jalur hiking mempunyai kemiringan 23-35 derajat. Selain itu struktur tanah yang berpasir juga menambah tingkat kesulitan kamu dalam melangkahkan kaki pada medan seperti ini. Tapi semua itu nantinya akan terbayarkan dengan panorama kawah Gunung Ijen.

 

Gunung Panderman

Kalau berbicara tentang Malang pasti kita langsung tertuju pada Jatim Park dan Museum Angkutnya, tapi buat kalian penghobi hiking kota ini juga memberikan tempat yang tepat. Buat para pendaki pemula di kota Batu Malang terdapat Gunung Panderman, dengan puncaknya Basundara. Gunung ini memiliki ketinggian 2.045 mdpl. Nama Panderman sendiri diambil dari nama seorang pendaki belanda yang mengagumi keindahan gunung ini yaitu Van Der Man.

Untuk mendaki gunung ini diperlukan waktu kira-kira 3 jam dengan rute perjalanan Malang-Batu (45 menit), Batu-Latar Ombo (90 menit), dan Latar Ombo-Puncak (90 menit). Dengan trek hiking yang cukup ringan berupa hutan dan perbukitan.

 

Gunung Penanggungan

Gunung ini terletak di antara dua kabupaten, yaitu Kabupaten Mojokerto (sisi barat) dan kabupaten Pasuruan (sisi timur). Gunung Penanggungan sering disebut sebagai miniatur dari Gunung Semeru, karena hamparan puncaknya yang sama-sama gersang, berpasir pasir dan batuan yang luas mirip dengan Gunung Semeru.

Dengan ketinggian 1.653 mdpl, gunung ini memiliki trek hiking yang cukup memberi kesuliatan karena jalur kemiringannya yang mencapai 65 derajat, maka gunung ini akan memberikan sensasi tersendiri bagi para pendaki pemula.

 

Gunung Gede

Gunung ini berada di wilayah tiga kabupaten yaitu Kabupaten Bogor, Cianjur dan Sukabumi. Gunung ini juga menjadi bagian dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrango di Bogor, Jawa Barat. Beberapa obyek yang dapat kamu temui di gunung ini antara lain Telaga Biru. Danau kecil ini selalu tampak biru diterpa sinar matahari, karena ditutupi oleh ganggang biru. Air terjun Cibeureum yang mempunyai ketinggian sekitar 50 meter terletak sekitar 2,8 km dari Cibodas. Di sekitar air terjun tersebut dapat melihat sejenis lumut merah yang endemik di Jawa Barat. Lalu sumber air panas alami, Kandang Batu dan Kandang Badak, serta Alun-alun Suryakencana. Dataran seluas 50 hektare yang ditutupi hamparan bunga edelweiss.

Untuk trek hiking menuju puncak Gunung Gede memerlukan waktu tempuh sekitar 6 jam. Untuk kamu para pendaki pemula perlu mewaspadai udara dingin gunung yang memiliki ketinggian 2.958 mdpl agar tidak hipotermia.

 

Gunung Papandayan

Terletak di Kabupaten Garut, Jawa Barat tepatnya di kecamatan Cisurupan, gunung ini menyuguhkan pemandangan berupa beberapa jenampakan kawah seperti Kawah Mas, Kawah Baru, Kawah Nangklak, dan Kawah Manuk. Kawah-kawah tersebut mengeluarkan uap dari sisi dalamnya. Selain itu ada padang Edelweis luas bernama Tegal Alun.

Trek hiking Gunung Papandayan membutuhkan waktu sekitar 4 jam untuk mencapai puncaknya. Dengan ketinggian 2.665 mdpl gunung ini merupakan salah satu pilihan yang tepat untuk para pendaki pemula.

Nah itulah tadi referensi yang bisa kamu gunakan untuk kamu para penghobi hiking pemula yang saat ini sedang mencari pilihan gunung yang tepat.

Pendakian Cinta Menuju Puncak Rinjani Bersama “Cozmeed Rock Ice”

Awalnya perjalanan ini sudah direncanakan dari tahun sebelumnya, dan sudah direncanain sama temen-temen dari dulu, tanggal sudah ditentukan dan semua sudah siap untuk berangkat, akhirnya tanggal yang sudah ditunggu-tunggu datang, jam 08.00 pagi tanggal 22 Agustus yang jatuh pada hari sabtu itu, kami menuju stasiun kota tempat titik kami berkumpul naik kereta, karena kereta berangkat sekitar jam 10.00 pagi, sampai stasiun kota sekitar 1 jam lah, karena dari stasiun kota lumayan jauh dari bekasi, sarapan pagi dulu sambil menunggu sebagian teman yang belum datang, sekitar jam 9 lewat sudah semua teman-teman berkumpul distasiun kota “tapi” tinggal nunggu 1 teman yang ternyata dia megang semua tiket teman-teman yang mau berangkat. Deg-deg-ser jantung ini ketika menunggu teman yang satu ini, kereta sudah parkir distasiun kereta tapi dia masih belum dateng juga, penuh harap dan hampir pesimis sampai akhirnya berusaha untuk optimis dia pasti akan datang tepat sebelum kereta berangkat, tapi ternyata jarum jam sudah menunjukan waktu kereta harus siap-siap untuk berangkat, dalam hati berusaha untuk berlapang dada kalau ternyata kita ketinggalan kereta karena yang bawa tiketnya telat hadir tepat waktu, akhirnya perjalanan panjang ini harus ditunda dulu dan kami pulang menuju rumah masing-masing.

Lalu, kita merencanakan rencana cadangan (plan B), karena kebetulan bulan September perayaan hubungan kami yang ke 6 tahun, jadi kami mencari rencana perjalanan yang lain, awalnya kami berfikir untuk pergi ke kota jogja, karna disana lumayan banyak sekali perjalanan alam yang bisa kita nikmati “kebetulan saya dan pasangan sangat senang menikmati keindahan alam di Indonesia” seperti cave tubing di goa pindul atau caving menyusuri keindahan didalam goa Jomblang sambil menguji adrenalin kita, tapi sempet terpikir untuk menikmati indahnya pantai di Karimun jawa “katanya siy kalo perayaan lebih nikmat dipantai” tapi dalam hati ingin menikmati perayaan tahun ini dengan sesuatu yang beda karena kebetulan kedua tempat itu sudah pernah kami singgahi, akhirnya kami memutuskan untuk memberanikan diri tetap berangkat menuju Rinjani, setelah mencari informasi kesana kesini kami siap dan akhirnya kami memutuskan untuk melewati jalur darat karena biar makin berasa perjalanan tahun ini ”kalau naik pesawat kan perjalananya jadi simple dan gak banyak kenangan diperjalanan yang bisa kami nikmati” waktu itu kebetulan kita dapat tiket tanggal 2 september menuju malang, karena tiket menuju ke banyuwangi belum ada, jadi kita harus transit, tiket kereta menuju malang harganya 65.000 kita naik matarmaja, akhirnya tiket sudah ditangan.
Akhirnya tanggal yang ditentukan sudah tiba, kita menuju stasiun Senen untuk siap-siap berangkat menuju malang, kebetulan bangku yang kami tumpangi itu untuk 3 orang jadi kalo keisi semua bisa 6 orang dan sempit banget, sangat tersiksa untuk perjalanan jauh, tapi yang maha kuasa menolong kami, bangku yang kami dudukin semua penumpangnya gak ada yang dateng dan kosong sampai malang, “lumayan bisa bebas selonjoran kaki” perjalanan ke Malang itu lumayan sangat membuat kita bosan dan mati gaya, tapi yang paling ngangenin didalam kereta itu jajanan yang bikin mulut gak mau berhenti mengunyah hehehee…

Sesampainya di Malang pagi sekitar jam 07.00 karena kereta yg menuju Banyuwangi berangkat jam 3 sore akhirnya kita memutuskan untuk mencari sarapan pagi dulu, dan mencari tempat untuk bersih-bersih badan, setelah sarapan kita menuju masjid terdekat dari stasiun, karena kalau terlalu jauh takut kelupaan jadi ketinggalan kereta, dimasjid kita beristirahat, membersihkan diri, bersantai sambil menunggu shalat zhuhur, lumayan agak lama menunggu kereta ke arah banyuwangi, tapi kita berusaha ambil “have fun” ajah karena perjalanan ini kita yang menentukan, setelah solat zuhur kita menuju stasiun lagi untuk menunggu kereta menuju ke Banyuwangi, sekalian cari makan siang didekat stasiun, oh iya bakso di Malang itu harganya murah dan baksonya itu enak dan rasanya unik loh lumayan bikin segerin mata, akhirnya jam sudah menunjukan kita harus berangkat, sekitar jam 03.00 sore kita berangkat menuju banyuwangi, sekitar 7 jam perjalanan yang kita tempuh,harga tiket keretanya 30.000/orang, akhirnya sekitar jam 10 malam kita sampai ke stasiun Banyuwangi baru, dari stasiun kita jalan kaki menuju pelabuhan Ketapang, karena lumayan dekat, karena kapal ferry dari pelabuhan Ketapang ke pelabuhan Gilimanuk ada 24 jam akhirnya kita memutuskan untuk lanjut berangkat “lumayan ngirit biaya hotel” tiket ferry nya itu sekitar 7500/orang (sekarang biaya tiketnya sudah naik 8000), dari pelabuhan Ketapang ke pelabuhan Gilimanuk sekitar 30 menit,sampai pelabuhan Gilimanuk kita menuju keluar pelabuhan untuk mencari bus yang langsung menuju pelabuhan Padang bai, awalnya saya ditawarkan harga 60.000 akhirnya setelah tawar menawar kita dapat harga 50.000, oh iya bus yang menuju padang bai ini biasanya berangkat jam 2 malam , karena lumayan sangat jarang, busnya ada di sekitar terminal, dekat sekali dengan pelabuhan Gilimanuk.

Akhirnya kita sampai pelabuhan Padang bai sekitar jam 05.30, dipelabuhan kita memutuskan untuk sarapan pagi dulu “karena kalau beli di kapal ferry lumayan menguras kantong” selesai sarapan kami buru-buru menuju loket tiket tapi ternyata belum buka, sekitar jam 09.00 pagi kita baru dapet tiket, walaupun kapalnya sudah datang tapi kita harus menunggu sekitar 30 menit karena masih menurunkan penumpang dan barang-barang, tiket kapal ferry menuju pelabuhan Lembar dilombok sekitar 45.000/orang, dan perjalanan yang harus kita tempuh sekitar 5 jam (tergantung gelombang laut), kapal ferry penyebrangan ini sekarang sangat bagus dan tidak membuat kita bosan disana, karena design atau penempatan bangku-bangkunya seperti café, jadi lumayan membuat kita tidak bosan, dan pemandangan juga sangat indah kalo siang hari, usahakan menyebrang pagi atau malam sekalian karena kalau sore lumayan sangat tinggi ombaknya.

Sampai pelabuhan Lembar sekitar jam 12.00an,oh iya kita baca di internet katanya calo-calo di pelabuhan Lembar lumayan kasar atau memaksa banget, tapi alhamdulillah kita ditolong gusti Allah pas turun dari ferry gak ada 1 calo pun yang nawarin kami, dari pelabuhan Lembar kita jalan kaki keluar pelabuhan, ada mobil seperti L300 mereka biasa “ngetem” didepan indomaret, akhirnya kita naik itu menuju terminal Mandalika untuk naik engkol menuju Bayan, harga angkotnya itu 20.000/orang untuk menuju Mandalika. Sekitar 1 jam untuk mencapai ke terminal Mandalika, sesampainya diterminal kita makan siang dulu sambil menunggu engkolnya penuh.

Tapi selesai makan siang engkol masih belum penuh tapi sang supir menawarkan untuk jalan “baiknya sang supir engkol ini” kita harusnya menuju Bayan lalu naik ojek ke Senaru namun ternyata supir engkol menawari kami langsung ke Senaru dengan menambah biaya 20.000/orang “lumayan toh bisa duduk santai, karena engkolnya sepi” harga engkol ini 30.000 karena langsung diantar ke Senaru jadi 50.000, sebenarnya sama saja sama biaya kalo kita turun di terminal Bayan dan naik ojek ke Senaru, perjalanan dari terminal Mandalika ke senaru lumayan bikin kita “matgay” karena lama banget, sampe di Senaru kita sekitar jam 04.00 sore, tapi pemandangan jalananya buat cape kita cukup terbayar.

Sesampainya di Senaru kita mutusin untuk istarahat di penginapan milik Pak Momon, untuk memulihkan tenaga karena lelah dan jauhnya perjalanan yang harus kita tempuh, kebetulan Pak Momon ini orang yang menyewakan peralatan nanjak gunung di Rinjani, kita dapat penginapan lumayan murah banget dari Pak Momon 50.000/malam 1 kamar.. Pak Momon ini orang yang sangat baik sekali, dia sangat menjamu tamu. Sebagian peralatan gunung yang kami tidak punya pun kami sewa, seperti tenda,peralatan masak (kompor),dan belanja logistik untuk di Gunung karena pak Momon juga punya toko kelontong di Senaru. Tenda 75.000 per 3 hari, peralatan masak lupa harganya berapa hehehhe.. Oh iya Pak Momon juga menyewakan “pick up” untuk menuju Sembalun, “pick up” harganya itu 250.000 tapi ternyata kita dapet 200.000.

Akhirnya pendakianpun dimulai, jam 07.00 kita menuju ke daerah Sembalun titik awal pendakian, sebenarnya sih pintu masuk pendakian bisa dari Senaru juga cuma karena lihat peta di tempat Pak Momon perjalanan dipeta jauh lebih pendek Sembalun dari pada Senaru, oh iya kalo ke daerah sana jangan lupa makan nasi bungkus Lombok, sumpah enak banget sambel dan lauk-pauknya, harganya Cuma 5000 tapi lumayan membuat perut kita kenyang, orang sini siy nyebut tempatnya di ancak ,jam 8 pagi kita sampai di pintu masuk Sembalun, dan anak buah Pak Momon (Sopir Pickup) langsung mendaftarkan kita di RTC (Rinjani Trekking Centre).

DSC_0045

Start pendakian kita dimulai, pemandangan awal sudah sangat indah dan sangat memanjakan mata, baru sampai pintu masuk kita sudah sibuk foto-foto “karena ini moment yang sangat berarti” diawal sih perjalanan memang cukup datar dan kami masih sangat bersemangat menikmati perjalanan ini.

Cuaca disana sangat panas dan kondisinya sangat gersang “lumayan cukup bikin kulit gampang menghitam” dijalur ini banyak sekali kotoran sapi, karena banyak sekali penduduk yang membawa sapinya untuk makan di sini, setelah beberapa meter jalan ternyata kita memasuki hutan, tapi cuma sedikit hutan yang harus dilewati, setelah jalur hutan selesai, kita diketemukan jalur padang savana yg luas dan pemandangan yang sangat indah.

Perjalanan jalur ini semakin menguras tenaga, karena jalan yang semakin menanjak dan cuaca yang semakin siang dan sangat gersang ini, sesampainya dipos 2 itu sekitar jam 2 siang, cukup mengulur waktu, karena kami terlalu banyak istirahatnya, makan siang dulu sambil memulihkan tenaga yang sudah cukup terkuras itu, selesai makan kita langsung buru-buru. Perjalanan dimulai kembali menuju pelawangan sembalun, harus cepat karena biar tidak kena malam dijalan, boro-boro cepat baru jalan melawati satu tanjakan saja kami sudah istirahat dan duduk santai, mungkin karena terlalu banyak makan, tapi pemandangan dijalur pendakian ini cukup membuat kami lupa sama jalur yang cukup berat, benar kata kabar burung diluar sana “hati-hati sama 7 bukit penyesalan” memang butuh tenaga super ekstra, karena kita gak dikasih nafas sama sekali, gak ada landainya tanjakan terus sampai Pelawangan Sembalun, kaki udah gak sanggup lagi jalan sampai akhirnya kami duduk sambil melihat indah dan beratnya tanjakan yang masih harus kami lalui, hari sudah mulai gelap tapi nafas dan rasa capek kami masi belum hilang akhirnya masi duduk santai dulu sambil mengatur nafas.

Udara Rinjani sudah mulai dingin sampai menusuk tulang kami, untung saya membawa setelan jaket “COZMEED ROCK ICE” yang saya miliki, memang jaket COZMEED ROCK ICE ini sangat hangat dan membuat kami cukup nyaman diperjalanan ini, akhirnya sekitar jam 9 kita sampai di Pelawangan Sembalun tempat kami nge-camp, ternyata bermalam di Rinjani sangat indah banyak bintang yang bisa membuat suasana kami jadi semakin romantis, lalu kita menyiapkan bahan-bahan untuk memasak untuk kita makan malam, sumpah! Ini dinner yang paling unik yang pernah saya nikmati, dinner dibawah hamparan bintang dengan pancake buatan sendiri.

Hari sudah pagi, bangun pagi dengan udara Rinjani yang sangat sejuk, siap-siap sarapan dulu biar tenaga cukup sampai sana, sekitar jam 8 kita jalan menuju puncak jalan berdua, sebenarnya malu yang lain turun kok kita naik ”tapi cuek ajah lah yang penting niat” karena masih pagi jadi masih lumayan semangatlah, perjalanan mulai semakin menanjak dan berpasir seperti perjalanan waktu di Mahameru, jalur yang cukup berat untuk saya yang cuma orang biasa, tapi pemandanganya tetap sangat indah di Rinjani, panas dan sangat berdebu kalo siang disini, jadi usahakan harus rapat semua pakaian disini.

Akhirnya kita sampai dipunggungan puncak sempat mengabadikan pemandangan disini dulu sama pasangan, pas mulai melanjutkan perjalanan ternyata angin sangat kencang dan mulai berkabut. Akhirnya pasangan saya memutuskan untuk turun kembali ke camp kami, karena daripada membahayakan diri sendiri lebih baik mencari safety nya ajah, akhirnya kami turun kembali, perjalanan yang tadi cukup berat waktu menanjak ternyata pas turunya sangat mengasikkan cuma harus tetep hati-hati karena kanan kiri itu jurang.

Hanya butuh waktu 1 jam lah buat sampai ke camp lagi, niat hati ingin melanjutkan perjalanan melawati Senaru tapi ternyata kaki saya terutama jempol kaki sangat sakit dan denger cerita porter-porter yang ada disana jalanannya kita harus melewati tanjakan dulu seperti jalanan pertama kita menuju Pelawangan Sembalun, akhirnya kita mutusin buat stay nge-camp di Pelawangan Sembalun lagi, dan turun menuju Sembalun lagi, oh iya pas malam ke 2 di camp ternyata ada kebakaran hutan.

Denger cerita dari porter siy katanya karena saking panasnya udara panas di Rinjani jadi sampai bisa membakar pohon-pohon disini, gila… sedih dan menyayangkan sekali melihat kejadian seperti itu disini. Oh iya di Rinjani ini sebagian warga nya mencari nafkah sebagai porter di Rinjani.

Pagi hari ke 2 di Pelawangan Sembalun, rapih-rapihin barang dan mulai turun menuju Sembalun, perkiraan jalanan ke bawah itu akan jauh lebih mudah dan gampang, tapi ternyata sama sulitnya seperti menanjak.

Lumayan sering jatuh bangun melewati jalur ini, karena turunanya agak curam dan licin, jadi teringat waktu nanjak, pantesan setengah mati perjalananya ternyata jalananya parah banget, dan kaki juga sudah mulai sakit karena perjalanan semalam, terutama jempol kaki jadi akhirnya saya memutuskan untuk memakai sandal saja.

huft.. memang sangat sulit perjalanan Rinjani ini walaupun banyak seribu keindahan yang ada didalamnya, jam 4 sore sampai pintu masuk Sembalun, ternyata jemputan Pick Up sudah datang, akhirnya kita jalan menuju ke Senaru untuk beristirahat dan melunasi pembayaran yang harus dibayar, kita memutuskan untuk bermalam kembali di Senaru karena badan sudah mulai ngedrop.

Pagi-pagi kami siap-siap karena ingin mengejar bus untuk langsung ke Jakarta karena kalau harus ngecer lagi saya sudah tidak sanggup lagi karena saya sudah sangat capek, akhirnya kami naik ojek dari Senaru menuju Anyar(Bayan) untuk menunggu engkol, tidak lupa kami mengantongi nasi bungkus Lombok, makan terakhir biar gak kangen, setelah menunggu sekitar 1 jam akhirnya engkol yang kami tunggu datang juga, kami naik dan duduk santai disamping pak supir, akhirnya sampai juga di kota Mataram setelah menempuh perjalanan sekitar 4 jam lebih, ternyata setelah sampai “Pool”, busnya berangkat besok malam sekitar jam 8 malam, harga bus disini 550.000.

Kita memutuskan untuk bermalam di dekat sekitar “Pool” bus biar ga terlalu jauh jalanya, sekitar 3Km ada hotel murah “hotel arya” harganya 100,000 bersih dan baik banget yang punya hotelnya, akhirnya kita putuskan untuk sewa motor besok dan pergi ke Pantai Mawun di Lombok Tengah dari pada gak ada kerjaan nunggu bus sampe jam 8 malem. Besok paginya kita ambil motor di penyewaan “oh iya untuk sewaan motor kalo untuk domestic agak susah loh, karena katanya banyak banget wisatawan lokal yang bawa kabur motornya” jadi kemarin agak ribet juga untuk penyewaannya, tapi akhirnya dikasih juga, penyewaan motornya itu 80.000 tapi kita tawar dan dapet jadi 70.000.

Jam 8 pagi kita langsung berangkat ke Pantai Mawun karena perjalananya lumayan agak jauh katanya, oh iya hati-hati kalau mau ke Mawun, jangan sampai kemalaman, kalau sudah kesorean lebih baik kita menginap saja di Kuta karena kabarnya disana masih banyak banget perampok yang lumayan sadis. Sekitar 2 jam perjalanan akhirnya kita sampai di Pantai Mawun setelah bolak balik muter-muter karena nyasar, tapi sumpah capeknya perjalanan terbayar sama keindahan Pantai Mawun ini.

Indah banget pemandanganya, masih sepi dan tidak terlalu banyak bule, sudah asik bermain-main dan berfoto-foto dan jam sudah menunjukan siang banget, kita memutuskan buat balik lagi ke kota Mataramnya, sudah sampai Mataram sekitar jam 4 sore, pulangin motor ke penyewaan dan menunggu bus di “pool” nya, sudah menunggu lama sekitar 4 jam di “pool” bus ternyata harus menunggu lagi sekitar 2 jam karena katanya bus nya mogok di Denpasar, huft lumayan apes malem ini, akhirnya kita naik bus yang datang dari Jogja, tetep sama perusahaan nya, suruh naik di Padang bai, sudah sampai Padang bai masih harus nunggu sekitar 3 jam karena busnya belum datang huftt.. setelah menunggu selama itu akhirnya busnya datang, tapi masih harus menunggu mereka menurunkan barang-barang yang ada didalamnya, sumpah gak nyangka harusnya bus antar pulau gini dan sudah bayar mahal harusnya bisa lebih memikirkan konsumen, tapi yasudahlah memang nasib lagi apes aja kali.
Akhirnya kita berangkat dan duduk santai sambil mengenang perjlanan indah sebelumnya, tapi ternyata kesialan yang harus kita nikmati belum selesai, busnya mogok setelah makan siang, akhirnya kita harus menunggu lagi sekitar 3 jam’an lah, tapi yasudahlah aku dan pasangan berusaha untuk nikmati smua ini hehehhe, semua waktu dan jam makan jadi gak jelas. Pokoknya selama perjalanan itu sampai 3x mogok tuh bus.

Padahal sudah gak sabar banget pengen meluruskan pinggang dan kaki, karena sudah bosan 2 hari perjalanan didalam bus yang sangat membosankan dan capek itu, akhirnya sekitar jam 10 malam setelah hari esoknya sampai di daerah Bekasi dengan selamat. Perjalanan yang sangat luar biasa dan mengesankan diperayaan tahun ini..

 

*NB: Harga diatas berdasarkan per Awal September 2014

 

Teks & Foto : Irma Ranty Shandra
http://wisataalamnusantara.com/catatan-perjalanan/perjalanan-cinta-menuju-puncak-rinjani-bersama-cozmeed-rock-ice/

(Juara 1 Kompetisi Menulis Artikel/Catatan Perjalanan Bersama Cozmeed 2014).