Tag Archives: Naik Gunung

PENDAKI GUNUNG YANG BAIK

PENDAKI GUNUNG YANG BAIK

Naik gunung adalah kegiatan luar ruangan atau sebut saja alam bebas. Siapa sih yang gak pengen naik gunung? Bahkan sekarang naik gunung menjadi hobi yang cukup digandrungi oleh para pecinta petualangan. Ada yang bilang, “ngapain sih naik gunung? Naik gunung itu capek, ngabisin duit dan lain lain”. Tapi yang di dapat dari naik gunung itu tidak akan bisa terbayar dengan harga berapapun. Entah itu pengalamanya, sukanya, dukanya atau malah kenanganya? hehe. Yang pasti perasaan tentang apa yang di dapat dari naik gunung hanya bisa dijawab oleh para pendaki atau orang – orang yang notabene pernah naik gunung.

Kalau dibilang naik gunung itu capek, ya emang capek. Tapi kegiatan ini akan membawa kita pada pendalaman untuk mengetahui karakter diri kita sendiri. Karena menurut Edmund Hillary “Bukan gunung yang harus kita taklukan, melainkan diri kita sendiri.” Nah, naik gunung juga salah satu kegiatan alam bebas yang memiliki pesan baik untuk melatih kesabaran, disiplin, tanggung jawab dan belajar tentang bagaimana kita bersyukur kepada Tuhan. Naik gunung juga bisa juga seperti filosofi kehidupan, dimana ketika kita ingin mencapai puncak atau kesuksesan kita harus berjuang dan bersusah payah terlebih dahulu. Dan banyak nilai yang bisa kita petik dari sebuah pendakian jika kita benar – benar memaknai pendakian.

Akan ada banyak cerita yang didapat dari naik gunung dari kebersamaan, persaudaraan, kebahagiaan, pengalaman, suka, duka dan lain sebagainya. Naik gunung yang sebenarnya adalah bagaimana kita bisa menghargai alam dan tetap menjaga dan melestarikannya. Bukan dengan meninggalkan sampah dan melakukan kerusakan lainnya. Naik gunung mendidik kita untuk selalu menjaga alam, menjaga kebersihan dan kelesatriannya.

Jadilah pendaki gunung yang baik, bukan pendaki gunung yang hanya mengejar sensasi untuk mendapat like yang banyak di social media. Yup, wajar jika kita ingin mendapat like banyak di social media tapi jangan pernah lupa bahwa kita punya kewajiban untuk membawa sampah kita turun. Karena pendaki gunung yang baik adalah pendaki yang sadar bahwa alam harus di rawat dan dijaga dengan sebaik-baiknya.

Jangan naik gunung kalau cuma mau ninggalin sampah. Yuk, bersama-sama kita memulai untuk menanamkan sifat peduli kepada alam. Tidak perlu melihat yang lain tapi lihatlah diri kita sendiri terlebih dahulu. Apakah kita pernah melakukan kerusakan atau malah kita melakukan yang berguna untuk alam. Jadilah pendaki gunung yang baik ya #Cozmeeder J

Jangan mengambil apapun selain gambar, jangan meninggalkan apapun selain jejak, jangan membunuh apapun selain waktu.” (Anonymous)

 

RAMADHAN ADALAH PETUALANGAN BARU

RAMADHAN ADALAH PETUALANGAN BARU

Masih semangat puasa #cozmeeder? Puasa adalah salah satu petualangan yang harus kita hadapi sebuan ke depan. Puasa menjanjikan banyak keindahan saat melewati jalur -demi jalur untuk menggapai kemenangan di puncak kemenangan Ramadhan.

Antara Ramadhan dan  petualangan baru memiliki kesamaan, yaitu sama – sama  kita perjuangkan demi mendapat kemenangan. Petualangan itu berupa puasa, sabar, menjaga hati, penakhlukan diri, mempersiapkan logistik akhirat dan lain sebagainya.

Ramadhan adalah petualangan baru, sebuah petualangan untuk menakhlukan diri sendiri. Karena yang berhasil dari petualangan pendakian gunung  adalah bukan penakhlukan sebuah gunung tersebut tapi penakhlukan diri sendiri.

Nah, Cozmeed juga punya koleksi terbaru nih untuk menjadi teman Ramadhanmu, atau kegiatan hari – harimu dan bisa juga untuk hari rayamu nanti loh #cozmeeder hehe. Yuk nambah koleksi petualanganmu dengan Cozmeed yang bisa kamu dapatkan di Cartenz Adventure Store Indonesia dan www.cozmeed.net.

#cozmeed #cozmeedbrotherhood #lifetimebrotherhood #hikeresponsibly

 

JATUH HATI PADA NAIK GUNUNG

JATUH HATI PADA NAIK GUNUNG

Apa kabar para petualang? Pasti udah kangen jalan -jalan dan betualang lagi kan? Kali ini mau bawa carrier dan ranselmu kemana? Yuk, mulai agendakan kemana nanti akan menghabiskan liburan dan jalan-jalanmu.

Jatuh hati pada naik gunung sudah menjadi hal yang biasa bagi para pendaki. Gunung mampu membuat para pendaki jatuh hati dengan caranya. Naik gunung membuat para pendaki merasa kecanduan dengan pesona alamnya, kebersamaannya dan pelajaran lainnya yang bisa didapat dari sebuat pendakian.

Salah satu liburan yang menyenangkan bagi para petualang adalah gunung. Karena gunung masih menjadi pilihan untuk mengisi hari libur dan waktu luang. Gunung memiliki daya tarik tersendiri dan suasana yang indah yang membuat para petualang ingin kembali lagi.

Beruntung Tuhan memberikan kita tempat seindah ini untuk selalu bersyukur betapa kuasanya Dia. Tak perlu berfikir panjang untuk sekedar lari dari penatnya kerjaan atau macetnya kota, datanglah ke gunung, dia akan menasehatimu.

Gunung, ya satu kata yang tuhan berikan untuk menunjukkan betapa kecilnya kita yang angkuh ini. Gunung, menjadi satu kata yang membuat kita tak luput dari rasa syukur ketika menjamahinya.

Tak seperti bangku sekolah, atau pendidikan – pendidikan formal lainnya, gunung adalah universitas alam raya yang senantiasa memberikan pelajaran yang lebih rumit dari matematika atau fisika bahkan ilmu sosial, namun tetap menyenangkan dan tak pernah membuat kamu bosan.

Magis  memang, gunung tak hanya terletak pada indahnya pemandangan negri diatas awan atau bunga edelweisnya saja. melainkan hikmah yang dapat kita ambil dari perjalanan belajar di universitas alam ini.


Gunung merupakan tempat yang tepat untuk menguji kesabaran, ego diri sendiri, serta batas kemampuan diri sendiri. Tak jarang sosok yang beda akan kamu temui saat teman atau orang yang kamu kenal pulang dari petualangan dan pendakian.

Siap untuk naik gunung? Yuk, lengkapi perlengkapan pendakian dan traveling dengan COZMEED. Kami siap menjadi bagian dari petualangan dan perjalanan Anda #cozmeeder. Cozmeed, Lifetime Brotherhood.

#cozmeed #cozmeedbrotherhood #lifetimebrotherhood #hikeresponsibly

Mempelajari Jalur Gunung

INGAT! PELAJARI DULU JALUR GUNUNG SEBELUM MENDAKI

Cozmeed-2

                Beberapa tahun terakhir mendaki gunung menjadi sebuah trend, khususnya dikalangan anak muda. Orang mulai ramai-ramai mengeksplore keindahan alam dari ketinggian yang menghadirkan pemandangan indah. Namun tidak sedikit juga niat untuk menikmati keindahan alam justru menjadi petaka bagi mereka. Banyak faktor yang menjadi penyebab hal ini seperti terlalu memaksakan diri, kurangnya alat dan kebutuhan logistik, bahkan tidak mempelajari jalur gunung juga menjadi salah satu penyebab banyaknya korban berjatuhan di sekitaran gunung.

                Kelalaian-kelalaian seperti tidak mempelajari jalur gunung terlebih dahulu sebelum mendaki ini biasanya dilakukan oleh seorang pendaki pemula. Entah apa yang ada difikiran mereka, tanpa adanya perbekalan yang cukup mereka berani menjamah satu persatu gunung yang ada di Indonesia. Dan akhirnya keselamatan mereka sendirilah yang jadi taruhanya.

                Sebagian orang yang mengalami petaka di gunung adalah para pendaki yang cenderung meremehkan keadaan, tidak mempelajari mempelajari jalur gunung, tidak menggunakan jalur resmi, melanggar peraturan, tidak melapor saat bertemu pos, dan juga perlengkapan pribadi peralatan atau kebutuhan logistik.

                Perlu diketahui bahwa mendaki gunung adalah salah satu kegiatan ekstrem karena dilakukan pada medan yang tidak biasa. Maka dari itu dibutuhkan sebuah perencanaan yang matang dan salah satu persiapannya adalah mempelajari jalur gunung. Setelah kita mengetahui pentinya mempelajari jalur gunung, berikut beberapa hal yang berkaitan dengan hal tersebut yang harus anda persiapkan.

  1. Pilihlah jalur yang akan digunakan
    Seperti yang kita ketahui bahwa gunung yang selama ini digunakan untuk pendakian memiliki beberapa jalur pendakian yang berbeda-beda. Disini anda sudah harus memulai untuk mempelajari jalur gunung satu dan lainya agar bisa memilih jalur yang paling mudah untuk digunakan.
  2. Siapkan peta tentang jalur pendakian
    Langkah selanjutnya dalam mempelajari jalur gunung anda bisa membuat sebuah peta yang nantinya akan kita gunakan sebagai jalur waktu pendakian. Dari peta ini kita akan memperoleh informasi mengenai tempat-tempat yang dibutuhkan seperti tempat beristirahat, pos, atau camp ground.
    Selain itu anda juga harus memberikan informasi mengenai daerah mana saja yang rawan akan bahaya, tempat yang terdapat sumber air, atau tempat lain yang sekiranya penting dan sangat membantu pendakian kita.
  3. Kendala yang mungkin akan kita hadapi
    Jika kita mempelajari jalur gunung tentu kita akan mengetahui berbagai kendala yang mungkin akan menggangu jalannya pendakian kita. Cari informasi tentang hal tersebut agar kita lebih siap dalam menanganinya ketika nanti kejadian tersebut benar terjadi. Perlu anda ingat bahwa antisipasi itu penting.
  4. Keadaan geografis
    Keadaan geografis ini meliputi flora, fauna, iklim serta suhu yang ada di daerah pendakian tersebut. Dengan adanya informasi ini kita bisa mempersiapkan diri jauh lebih baik seperti peralatan yang harus dibawa, resiko dan penanganan.
  5. Adat istiadat
    Mempelajari hal-hal yang biasa dilakukan oleh penduduk setempat juga sangatlah penting karena bagaimanapun kita disana hanya seorang pendatang. Seperti pepatah bilang, dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung.
  6. Jalur evakuasi
    Dalam mempelajari jalur gunung yang terakhir ini berkaitan dengan jalur evakuasi, yaitu jalur tercepat yang biasa digunakan untuk membawa korban jika terjadi sebuah hal yang tidak dinginkan.

                Perlu anda ingat, mempelajari jalur gunung sebelum mendaki ini sangatlah penting agar nantinya perjalanan kita untuk menikmati keindahan alam dari ketinggian tidak membahayakan diri sendiri. dalam mempelajari jalur gunung anda juga harus mencari segala informasi yang dibutuhkan seperti yang sudah kami jelaskan diatas.

Petualangan Max dan Nyoman

MAX DAN NYOMAN TENTANG KEGEMARAN MENDAKI GUNUNG!

Anda sudah sering melihat orang melakukan aktivitas mendaki gunung untuk menikmati keindahan alam dari puncak gunung. Namun bagaimana jika hal ini dilakukan oleh seorang balita yang masih berusia 3 tahun? Dialah Max anak dari Drh Nyoman Sakarsih yang sudah terbiasa melakukan hal tersebut.

Max, Balita 3 tahun yang sudah mendaki 15 gunung

Max dan Nyoman pertama kali melakukan pendakian di gunung Bromo, dan sampai saat ini Max dan Nyoman sudah melakukan pendakian sebanyak 15 puncak. Pendakian yang dilakukan oleh Max dan Nyoman digunung Bromo tersebut dilakukan pada usia yang masih 5 bulan.

Pada mulanya ibu yang saat ini bekerja sebagai dokter hewan tersebut hanya berniat untuk jalan-jalan menikmati alam berdua, namun ternyata Max justru bisa menikmati perjalanan dan mulai saat itulah mulai terfikirkan untuk mengajak Max naik gunung dengan lokasi yang berbeda dan pada akhirnya Max dan Nyoman memilih gunung Batur yang ada di pulau Bali sebagai tempat pendakian selanjutnya.

Ibu yang satu ini memang benar-benar menarik perhatian banyak orang. Meski anaknya masih berusia 3 tahun, namun 15 puncak gunung sudah ia taklukan. 15 puncak ini bukan jumlah yang sedikit, jika Max dan Nyoman tidak bisa menikmati tersebut, tentu mereka tidak akan melakukan hal demikian sampai sebanyak itu.

Penasaran dengan ibu dan anak yang satu ini? berikut akan kami hadirkan beberapa hal yang sudah dilakukan oleh Max dan Nyoman tentang kegemaran mendaki gunung.

Awal Mula Nyoman Mengenalkan Max Pada Jalur Pendakian

Seperti yang sudah kami informasikan diatas bahwa diusianya yang baru menginjak 5 bulan, sang ibu sudah mengajaknya untuk berjalan-jalan menikmati alam digunung Bromo. Memang niat awalnya cuma sekedar jalan karena ibu yang berprofesi sebagai dokter hewan tersebut tidak bisa menikmati liburannya tanpa membawa buah hatinya.

Dimulai dari gunung Bromo inilah mulai terlihat bahwa Max menikmati perjalan tersebut dan diluar duguan nyoman bahwa anak dan ibu tersebut melakukan pendakian sampai sejauh ini.

Persiapan Saat Mulai Bertekad Untuk Mendaki

Nyoman juga sadar kegiatan mendaki gunung merupakan sebuah hal yang akan berbahaya jika tidak dipersiapkan dengan baik. Maka dari itu sebelum Max dan Nyoman melakukan pendakian ia juga mempersiapkan beberapa hal yang dibutuhkan seperti membeli alat gendong carier yang khusus untuk bayi, melakukan tes gendong dengan max untuk melihat apa Max terlihat nyaman, sampai pada persiapan fisik

Gunung-Gunung Yang  Sudah Ditaklukan Oleh Max dan Nyoman

Inilah deretan gunung-gunung yang telah ditaklukkan oleh ibu dan anak ini sekaligus menuai sejarah yang mengagumkan dalam dunia pendakian:

  1. Gunung Bromo pada usia 5 bulan
  2. Gunung Batur pada usia 1 tahun 3 bulan
  3. Gunung Prahu dan Singkunir Dieng pada usia 1tahun 8 bulan
  4. Gunung Papandayan pada usia 1 tahun 9 bulan
  5. Gunung Rinjani pada usia 1 tahun 11 bulan
  6. Gunung Batu Jonggol pada usia 2 tahun 3 bulan
  7. Gunung Merbabu pada usia 2 tahun 6 bulan
  8. Gunung Dempo pada usia 2 tahun 8 bulan
  9. Gunng Tambora pada usia 2 tahun 11 bulan
  10. Puncak Argopura dan puncak Rengganis pada usia 3 tahun 1 bulan

Itulah limabelas puncak yang sudah ditaklukan oleh Max dan Nyoman  selama ini. Namun, sebenarnya ada satu lagi bukit yang sudah didaki yaitu digunung Lembu Purwakarta namun pada saat itu tidak direncanakan sehingga minim dokumentasi. Jadi total puncak yang sudah pernah dijamah oleh ibu dan anak tersebut berjumlah 16 puncak.

Bagi ibu lainnya yang terinspirasi oleh kisah Max dan Nyoman dan ingin melakukan pendakian bersama buah hati, ada baiknya anda mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Mulai dari kenyamanan buah hati, kebutuhan, sampai pada kekuatan fisik baik ibu atau anaknya.

Menu Mendaki Gunung

SUKA MEMASAK SAAT MENDAKI GUNUNG? MENU INI BISA DICOBA!

Ketika mendaki gunung dibutuhkan asupan makanan yang tepat agar tubuh tetap dalam kondisi yang fit. Untuk itulah, perencanaan yang tepat mengenai menu makanan sangat berpengaruh, apalagi jika perjalanan mendaki gunung memerlukan waktu hingga berhari-hari. Nah, jika mendaki gunung ini memakan waktu yang cukup lama, ada baiknya menyiapkan beragam variasi menu yang sehat, lezat dan bergizi untuk menemani pendakian anda.

makanan_lengkap

                Menu mendaki gunung yang bervariasi, lezat dan bergizi tidak hanya mengisi perut, namun bisa menjadi motivasi tersendiri untuk memasak. Jika umumnya sosis, mie instan, keju menjadi pilihan, mungkin beberapa resep dibawah ini bisa menambah variasi dalam daftar menu mendaki gunung anda.

Resep dan Cara Membuat Nasi Liwet

Bagi orang Indonesia, nasi adalah makanan pokok. Bahkan ada yang mengatakan “jika belum makan nasi maka namanya belum makan”. Untuk itulah, ketika mendaki gunung, jangan lupa untuk makan nasi.

Nasi adalah bahan makanan pokok yang kaya karbohidrat sehingga bisa dipastikan bisa menambah energi ketika mendaki gunung.

Alat dan bahan yang disiapkan:

  • Triangia ukuran 27 (bisa menggunakan alat masak lainnya, dengan ukuran yang berbeda)
  • Nasi dan air

Cara memasak nasi liwet

                Untuk triangia ukuran 27, masukkan beras cukup dua genggam saja. Masukkan juga air hingga sebanyak 1-1 ¼  ruas jari. Masak nasi dengan api biasa dengan keadaan nesting atau panci tetap terbuka.  Aduk sesekali agar tidak menggumpal.

                Ketika air dalam nasi cukup menyusut, kecilkan api kemudian tutup nesting dengan frypan. Biarkan sedikit terbuka agar uap air bisa keluar. Masak kurang lebih 15 menit hingga matang.

Resep dan Cara membuat pancake

                Ketika mendaki gunung, kreativitas anda sebagai seorang chef juga bisa diuji. Yaitu dengan menciptakan menu lezat bergizi, dalam beragam keterbatasan, seperti halnya memasak pancake.

                Makanan dengan tekstur lembut dan beraroma wangi ini bisa menjadi penyemangat mengawali hari. Menu yang dibuat dari campuran telur, susu, tepung dan baking soda ini memiliki kandungan nutrisi yang cukup tinggi, apalagi jika diimbangi dengan topping buah-buahan segar. Komposisi yang tepat sangat baik untuk tubuh seperti memperlancar pencernaan, menambah energi serta baik untuk kesehatan tulang. Nah, tertarik membuat pancake ketika mendaki gunung bukan? Ini resepnya!

Alat dan bahan

  • Adonan pancake (bisa didapat di supermarket atau dibuat sendiri)

Adonan pancake terdiri dari: tepung terigu 1 gelas, baking powder 1,5 sdt, garam ¼ sendok teh, gula pasir 2 sdm, margarin yang dicairkan 2 sdm, susu cair 250ml, air jeruk lemon(opsional)

  • Toping (madu, coklat, susu, selai, buah, sirup, dll)

Cara membuat pancake

                Jika anda membeli pancake di supermarket, maka cara mengolahnya sangat mudah, cukup dengan memanaskannya dengan margarin lalu tambahkan toping diatasnya. Namun agar lebih terasa sensasi memasak ketika mendaki gunung, ada baiknya mencoba membuatnya sendiri.

                Pertama, campurkan baking powder, garam, gula dan terigu. Tambahkan susu kemudian aduk hingga rata. Tambahkan mentega cair dan telur kemudian diamkan adonan sekitar 10 sampai 15 menit. Masak adonan hingga setengah matang lalu balik dan angkat.

                Sajikan dengan toping yang ada.

Resep dan cara membuat omelet

                Selain nasi dan pancake, anda juga bisa mencoba omelet untuk menu mendaki gunung. Omelet bisa dibuat tidak hanya dari telur  namun juga sayuran dan juga bahan lainnya sebagai topping. Kandungan nilai gizi yang tinggi membuat menu mendaki gunung ini perlu diperhitungkan.

Alat dan bahan

  • Bahan utama : Telur 5 butir yang dikocok, susu cair 5 sdm, garam dan merica secukupnya
  • Toping: bawang bombay, cabai, daging, sayuran, (bisa pilih mana yang disuka)
  • Bahan tambahan : keju

Cara memasak omelet

                Pertama yaitu mencampurkan telur dengan merica, garam dan juga susu. Tumis bahan yang akan dijadikan sebagai toping seperti bawang bombay, daging asap atau sayuran. Masukkan telur kocok dan keju kemudian masak hingga matang.

                Tertarik mencoba resep di atas ketika mendaki gunung? Sebelumnya menentukan menu mana yang ingin dipilih, pastikan terlebih dulu memperhitungkan lama perjalanan dan karakteristik gunung yang dilalui. Ini penting terkait kepraktisan pengemasan keseluruhan barang yang dibawa.

Peralatan Pendakian Gunung yang Jauh

PERALATAN PENDAKIAN GUNUNG YANG JAUH

abdurrochim661

Mendaki gunung saat ini tak hanya bertujuan untuk konservasi ataupun penelitian saja sebab kegiatan tersebut kini telah menjadi salah satu trend masyarakat diberbagai lapisan baik pria atau wanita, tua atau muda. Ya, gunung kini menjadi salah satu objek wisata favorit yang sering kali dikunjungi orang untuk berolahraga sekaligus menikmati panorama alam dengan cara mendaki gunung.

Bagi anda yang sudah terbiasa melakukan kegiatan ini ataupun bagi pemula penting untuk memperhatikan berbagai peralatan pendakian gunung yang wajib dibawa dengan mengutamakan kebutuhan serta keamanan.

Menaklukkan jalur pendakian membutuhkan tenaga yang lebih, oleh karena itu membawa banyak barang yang kurang dibutuhkan justru tidak akan efektif karena hanya akan membuat anda kerepotan saat membawanya. Berikut ada beberapa daftar barang yang bisa anda bawa saat mendaki gunung yang jauh :

  1. Ransel, Tas Gunung, atau Carrier

Tas gunung atau yang lebih sering disebut Carrier merupakan peralatan utama mendaki gunung yang nantinya berfungsi sebagai wadah untuk mengemas semua peralatan lain yang dibawa. Untuk pemilihan Carrier itu sendiri usahakan membawa yang berukuran mulai 40L hingga 80L dan tentukan dengan banyaknya barang yang anda bawa. Untuk bentuk dari setia merek carrier sendiri berbeda ada yang dengan ukuran yang sama ada yang berbentuk pendek namun memiliki ruang yang luas sementara jenis satunya panjang dengan luas yang lebih sempit. Harga dari carrier untuk mendaki gunung ini sendiri berkisar antara 250 ribu hingga 1 juta rupiah.

  1. Jaket

Jaket juga barang yang tidak boleh ditinggalkan saat mendaki gunung, jaket itu sendiri nantinya akan melindungi tubuh dari udara dingin baik saat pagi hari ataupun ditengah cuaca yang menang dingin. Untuk jenis jaket yang banyak digunakan para pendaki adalah jenis fireproof, waterproof, ataupun windproof.

  1. Sepatu atau sandal gunung

Untuk pemilihan sepatu ataupun sandal yang digunakan sebagai alas kaki juga tidak sembarangan. Disarankan untuk menggunakan sepatu atau sandal gunung yang sudah dirancang lebih kuat untuk mengarungi rute terjal maupun ekstrim saat mendaki gunung. Untuk jenis dari sepatu gunung sendiri ada dua macam yakni waterproof dan non waterproff. Disarankan untuk menggunakan sepatu gunung yang waterproof guna menghindari resiko air yang masuk kedalam sepatu dan membuat bau pada kaki.

  1. Logistik makanan dan minuman

Berbeda dengan wisata lainnya, mendaki gunung merupakan wisata yang akan jarang menjumpai warung atau tempat menjual makanan dan minuman. Kalaupun ada sangat jarang dan pastinya dengan jarak yang sangat jauh. Oleh karena itu membawa logistic makanan sangatlah penting untuk memenuhi kebutuhan makan saat mendaki gunung dalam menjaga kondisi dan tenaga tubuh. Pilihlah jenis makanan yang mudah untuk dimasak dan sesuaikan dengan kebutuhan.

  1. Obat-obatan

Guna mengantisipasi akan resiko yang mungkin terjadi, membawa obat-obatan P3Kn sangatlah diperlukan saat mendaki gunung. Setiap pendaki gunung pasti tidak akan mengira akan resiko yang bisa terjadi sekalipun mereka sudah professional seperti luka, demam, ataupun yang lainnya.

Sebenarnya masih banyak peralatan lain yang bisa dibawa saat mendaki gunung yang jauh dan semua itu tergantung dari kebutuhan masing-masing sebab kebutuhan dari satu orang dan orang lain pastinya berbeda, namun yang perlu diingat bawalah barang sesuai yang dibutuhkan saja sebab jika membawa terlalu banyak barang justru akan membuat perjalanan mendaki gunung anda menjadi merepotkan dengan beban lebih juga dengan rute yang sulit.

Manfaat Mendaki Gunung

MANFAAT LUAR BIASA DARI MENDAKI GUNUNG

23

Pegunungan merupakan salah satu keajaiban yang indah hasil karya Tuhan yang Maha Kuasa. Lebih dari ribuan pegunungan di jagat raya ini yang tersebar di berbagai pulau dan benua. Di Indonesia kita tercinta ini pun banyak sekali gunung-gunung indah yang dijadikan sebagai tujuan pendakian.

Mendaki gunung merupakan salah satu kegiatan yang populer saat ini. Banyak orang yang berbondong-bondong mendaki gunung untuk menyaksikan keindahan alam yang masih asri bersama teman-teman mereka. Pada dasarnya banyak sekali manfaat yang didapt dari kegiatan positif ini.

Tentu saja para pendaki dapat merasakan manfaat ini baik secara langsung maupun secara tidak langsung. Lalu apa saja manfaat yang didapat dari mendaki gunung? Berikut ini kami akan memberikan informasi mengenai beberapa manfaat mendaki gunung yang sangat luar biasa. Simak ya guys..

  1. Mampu meningkatkan kapasitas kerja paru-paru dan jantung

Manfaat mendaki gunung pertama adalah meningkatkan kapasitas kerja organ paru-paru dan juga jantung. Mengapa bisa demikian? Ini karena saat mendaki gunung kita membutuhkan tenaga yang cukup besar sehingga kekuatan paru-paru dan jantung akan semakin meningkat. Dengan meningkatnya kekuatan yang mempengaruhi kapasitas kerja organ-organ tersebut maka kita akan terhindar dari berbagai jenis penyakit seperti stroke dan resiko serangan jantung. Selain itu peradaran darah dan suplai oksigen akan berjalan secara optimal.

  1. Manfaat mendaki gunung untuk memperkuat otot kaki

Sudah bukan rahasia lagi jika kita sering mendaki secara rutin maka otot kaki kita akan semakin kuat. Manfaat mendaki gunung ini akan berpengaruh pada kekuatan tulang kita sehingga kita bisa terhindar dari resiko penyakit osteoporosis (tulang keropos)

  1. Manfaat mendaki gunung untuk meningkatkan daya tahan tubuh

Manfaat mendaki gunung juga sangat membantu kita dalam peningkatan stamina serta menjaga daya tahan tubuh. Dengan melakukan pendakian tentunya kita membutuhkan stamina yang kuat sehingga jika kita sering mendaki maka kita akan mendapatkan manfaat mendaki yang luar biasa yaitu terjaganya daya tahan tubuh yang menjadikan kita lebih bersemangat dalam melakukan berbagai aktifitas.

  1. Menambah pengalaman

Dengan melakukan pendakian maka kita akan mendapatkan pengalaman baru yang tak terlupakan. Entah itu saat kita tengah berjuang menuju puncak dengan mengerahkan seluruh tenaga ataupun saat kita menyaksikan keindahan alam yang mempesona. Manfaat mendaki gunung yang mampu menambah pengalaman secara spiritual maupun fisik ini pastinya akan menjadikan kenangan terindah karena mungkin anda akan mendapati hal-hal yang tak terduga selama pendakian.

  1. Manfaat mendaki gunung untuk menambah jumlah relasi

Kegiatan mendaki sangat tidak asik jika dilakukan seorang diri. Namun tidak menutup kemungkinan kita akan melakukan pendakian sendiri karena selama mendaki kita biasanya akan bertemu dengan pendaki-pendaki lain yang menambah suasana seru pada jalan menuju puncak pendakian. Dengan demikain kita bisa menambah relasi kita dengan orang baru dan berbagi pengalaman-pengalaman baru.

  1. Manfaat mendaki gunung untuk menurunkan berat badan

Berat badan?? Tenang.. Jangan sensi dulu. Banyak orang yang akan tersinggung jika kita menyinggung soal berat badan. Namun santai saja kawan, karena anda bisa mendapatkan manfaat mendaki gunung untuk menurunkan berat badan anda jika anda sering melakukan pendakian. Jika anda mendaki secara rutin maka ini merupakan salah satu ajang olahraga yang menyehatkan untuk menurunkan berat badan anda secara alami. Ini dikarenakan oleh banyaknya jumlah kalori yang bisa terbakar saat anda melakukan pendakian menuju puncak.

Demikian beberapa manfaat mendaki gunung yang harus anda ketahui. Banyak sekali manfaat mendaki gunung yang dapat kita ambil, oleh karena itu tunggu apa lagi. Cobalah untuk mendaki gunung dan temukan pengalaman barumu di atas sana. Semoga bermanfaat!

Cara Kemas Ransel

SUKA MENDAKI? KEMAS RANSELMU DENGAN CARA INI

 

JJJ

 

Ransel adalah sebuah perlengkapan yang tak terpisahkan saat kegiatan pendakian. Anda sangat membutuhkan perlengkapan ini untuk menemani perjalanan panjang anda selama mendaki gunung. Barang-barang bawaan and seperti makanan ringan, minuman, baju dan barang-barang lain yang anda butuhkan haruslah terkemas rapi untuk memudahkan anda dalam kegiatan mendaki gunung.

Saat mengemas ransel, memang bukanlah hal yang sulit. Akan tetapi, hal itu akan menghadirkan rasa nyaman yang berbeda dalam kegiatan mendaki gunung yang anda lakukan. Nah, inilah caranya agar anda dapat mengemas ransel dengan baik dan membawanya dengan nyaman nantinya:                                                                                  

Pilih Sebuah Ransel Dengan Tepat

Dalam event mendaki gunung, anda akan semakin senang bila ransel yang anda bawa ringan digendong. Oleh sebab itu, pilihlah ransel yang paling ringan untuk dibawa mendaki gunung namun bagus kualitasnya. Bila pendakian yang anda lakukan hanya sehari saja, pilihlah ransel dengan ukuran kecil, tetapi bila anda berencana menginap maka anda memerlukan ransel dengan ukuran besar yang dapat memuat kantung tidur serta makanan dan minuman tambahan yang lebih banyak.

Kapasitan sebuah ransel dihitung menurut ukuran liter, anda dapat menemukan ransel yang dijuan dengan ukuran antara 25-90 liter. Kapasitas rata-rata ransel pendakian dalam sehari adalah 25-40 liter, sedangkan kapasitas rata-rata ransel pendakian yang memakan waktu sebanyak 5 hari adalah 65-90 liter.

Mayoritas ransel diproduksi menggunakan kerangka dalam untuk menopang beban. Walaupun demikian, anda dapat tetap menemukan ransel dengan desain kerangka luar yang bertujuan untuk menopang beban ketika mendaki gunung yang begitu berat. Nah, temukan ransel untuk mendaki gunung dengan desain khusus menopang beban berat demi kenyamanan yang lebih maksimal.

Kumpulkan Semua Perlengkapan Yang Diperlukan

Pastikan rencana pendakian anda matang dengan mengumpulkan semua perlengkapan yang diperlukan saat mendaki gunung. Hindari membawa barang yang kurang diperlukan dan pilihlah barang bawaan yang benar-benar anda butuhkan.  Cara menyiasatinya cukup sederhana, misalnya bila anda ingin mendaki selama beberapa hari dan membawa kantung tidur sebaiknya bawalah kantung tidur yang ringan dan simpel.

Begitu pula dengan jenis barang lainnya seperti makanan, bawalah makanan sebisa mungkin dengan kantung plastiknya. Bila ada kotak pembungkusnya, jangan dibawa kotaknya namun bawa saja isinya agar lebih ringkas. Contoh lain, anda bisa menyiasati membawa smartphone saja daripada membawa kamera yang besar. Bahkan sebagian pendaki juga memotong gagang sisir dan gagang sikat gigi mereka untuk menghemat tempat.

Atur Seringkas Mungkin

Setelah memilih ransel terbaik dan mengumpulkan perlengkapan yang diperlukan untuk mendaki gunung, hal selanjutnya adalah mengaturnya seringkas mungkin. Aturlah barang-barang yang akan anda bawa menurut beratnya masing-masing. Mulailah dari menumpuk barang yang berat, sedang baru kemudian ringan. Dengan mengatur barang-barang tersebut menurut beratnya, anda dapat memastikan kegiatan mendaki gunung yang nantinya anda lakukan dapat berjalan senyaman mungkin.

Barang-barang berat adaah seperti makanan-makanan berat, senter, perlengkapan memasak. Sedangkan barang-barang yang termasuk dalam kategori sedang adalah pakaian sedang, makanan sedang dan P3K. Kemudian yang termasuk kategori barang ringan adalah kantung tidur ringan, barang-barang malam dan pakaian ringan.

Sedemikian rupalah cara yang baik dan tepat untuk mengemas ransel dalam kegiatan mendaki gunung, bila anda berencana melakukan kegitan tersebut kemaslah ransel anda dengan ringkas hingga kegiatan tersebut dapat anda lakukan dengan riang dan senyaman mungkin dengan dukungan gendongan tas ransel yang nyaman.

Menu Lezat Bergizi ketika Mendaki Gunung

TIPS MENYIAPKAN MENU LEZAT DAN BERGIZI KETIKA MENDAKI GUNUNG

Siapa bilang ketika mendaki gunung kita tidak bisa memasak makanan yang lezat dan bergizi? Justru ini seni dan tantangannya!

Manajemen Logistik dalam Pendakian Gunung

Logistik atau bahan makanan memegang peranan vital khususnya ketika kita melakukan kegiatan outdoor seperti mendaki gunung. Nah, dalam hal ini, proses menyusun menu serta pengolahannya menjadi sensasi tersendiri. Menu yang lezat mampu membangkitkan semangat untuk terus melanjutkan perjalanan. Lalu bagaimana mempersiapkannya? Simak terus artikel berikut!

Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Menentukan Logistik

            Sebelum mendaki gunung, salah satu yang menjadi perhatian tentunya lama perjalanan dan karakteristik gunung yang akan didaki. Proses pendakian yang memakan waktu hingga berhari-hari akan berpengaruh dengan jenis logistik yang akan dibawa. Tidak hanya itu, ini juga berpengaruh dengan kepraktisan, daya tahan makanan dan kemudahan ketika mengolahnya.

            Sedangkan perlunya mengetahui karakteristik gunung ini berguna untuk menentukan berapa lama perjalanan, berapa banyak ketersediaan air di jalur pendakian serta bagaimana tingkat kesulitan medan yang dilalui. Untuk aktivitas pendakian yang memakan waktu hingga 2 hari atau lebih, maka dimasukkan dalam kategori ekspedisi. Logistik yang baik sangat diperlukan untuk menjaga kondisi tubuh tetap fit.

            Sekarang sudah ada begitu banyak alat masak outdoor mulai dari yang berbahan bakar paraffin, gas, multifuel dan juga spirtus yang didesain sedemikian rupa agar memudahkan anda memasak, khususnya ketika mendaki gunung. Jadi tidak usah khawatir, alat masak outdoor ini akan membantu memenuhi nutrisi ketika mendaki gunung.

Menyusun Menu: Kegiatan mengasyikkan ketika Mendaki Gunung

            Menyusun menu ketika mendaki gunung menjadi salah satu kegiatan yang paling mengasyikkan. Selain packing, menyusun menu bisa dikategorikan sebagai sebuah seni dalam kegiatan mendaki gunung. Di saat ini anda bisa merencanakan serta membayangkan kiranya makanan lezat kaya nutrisi seperti apa yang akan dinikmati ketika pendakian.

            Selain itu, semakin menarik menu yang disajikan akan menjadikan perjalanan lebih menarik. Terkadang ini juga menjadi pendorong semangat ketika sedang kelelahan bahkan ketika ingin “menyerah”. Makanan menjadi semacam energi tambahan khusus, bahkan sebelum itu dibuat. Meski baru membayangkannya saja, tapi menu yang lezat dan sehat bisa menjadi motivasi tersendiri untuk terus melanjutkan perjalanan.

Menyusun menu  bukan asal menyusun menu. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan seperti lama pengolahan, nutrisi yang dikandung serta perhitungan dengan bahan bakar yang dibawa.

Hindari juga mengolah makanan cepat saji seperti mie instan dan makanan yang sulit diolah tubuh. Ketika mendaki gunung, ada baiknya menentukan menu yang tidak hanya mengisi perut namun mudah diserap oleh tubuh. Apalagi jika perjalanan memakan waktu berhari-hari. Asupan menu yang tidak terserap dengan sempurna justru bisa membuat anda lemas kehilangan tenaga. Nah, mie instan memiliki karakteristik sulit dicerna tubuh sehingga nutrisi yang dikandung didalamnya tidak segera terserap. Jika asupan makanan tidak segera terserap tubuh, maka energi untuk mendaki gunung juga semakin menipis.

Umumnya, kebanyakan pendaki memilih menu makanan cepat seperti ikan asin, nasi goreng, ataupun sosis. Namun, bagi anda yang suka bereksperimen dengan seni memasak di gunung, anda perlu membawa beberapa bahan makanan seperti buah-buahan dan sayuran yang tahan lama (wortel, terong, labu siam, dll); bubur, sereal, beras; daging, ikan maupun telur; minuman dan snack seperti roti agar-agar; bumbu (bawang merah, bawang putih, cabai, dll). Dengan variasi logistik, maka menu yang dihasilkan juga lebih bervariatif.