Tag Archives: pendakian

JATUH HATI PADA NAIK GUNUNG

JATUH HATI PADA NAIK GUNUNG

Apa kabar para petualang? Pasti udah kangen jalan -jalan dan betualang lagi kan? Kali ini mau bawa carrier dan ranselmu kemana? Yuk, mulai agendakan kemana nanti akan menghabiskan liburan dan jalan-jalanmu.

Jatuh hati pada naik gunung sudah menjadi hal yang biasa bagi para pendaki. Gunung mampu membuat para pendaki jatuh hati dengan caranya. Naik gunung membuat para pendaki merasa kecanduan dengan pesona alamnya, kebersamaannya dan pelajaran lainnya yang bisa didapat dari sebuat pendakian.

Salah satu liburan yang menyenangkan bagi para petualang adalah gunung. Karena gunung masih menjadi pilihan untuk mengisi hari libur dan waktu luang. Gunung memiliki daya tarik tersendiri dan suasana yang indah yang membuat para petualang ingin kembali lagi.

Beruntung Tuhan memberikan kita tempat seindah ini untuk selalu bersyukur betapa kuasanya Dia. Tak perlu berfikir panjang untuk sekedar lari dari penatnya kerjaan atau macetnya kota, datanglah ke gunung, dia akan menasehatimu.

Gunung, ya satu kata yang tuhan berikan untuk menunjukkan betapa kecilnya kita yang angkuh ini. Gunung, menjadi satu kata yang membuat kita tak luput dari rasa syukur ketika menjamahinya.

Tak seperti bangku sekolah, atau pendidikan – pendidikan formal lainnya, gunung adalah universitas alam raya yang senantiasa memberikan pelajaran yang lebih rumit dari matematika atau fisika bahkan ilmu sosial, namun tetap menyenangkan dan tak pernah membuat kamu bosan.

Magis  memang, gunung tak hanya terletak pada indahnya pemandangan negri diatas awan atau bunga edelweisnya saja. melainkan hikmah yang dapat kita ambil dari perjalanan belajar di universitas alam ini.


Gunung merupakan tempat yang tepat untuk menguji kesabaran, ego diri sendiri, serta batas kemampuan diri sendiri. Tak jarang sosok yang beda akan kamu temui saat teman atau orang yang kamu kenal pulang dari petualangan dan pendakian.

Siap untuk naik gunung? Yuk, lengkapi perlengkapan pendakian dan traveling dengan COZMEED. Kami siap menjadi bagian dari petualangan dan perjalanan Anda #cozmeeder. Cozmeed, Lifetime Brotherhood.

#cozmeed #cozmeedbrotherhood #lifetimebrotherhood #hikeresponsibly

5 Gunung di Bali Yang Bisa Menjadi Alternatif untuk Pendakian

Bali merupakan pulau yang identik dengan keindahan alamnya yang mendunia. Bali merupakan aset wisata paling berharga bagi Indonesia. Tiap tahunnya, berjuta-juta wisatawan datang untuk menikmati keindahan pantai-pantai, bentang alam, dan budaya pulau dewata ini.

gunung-berapi-agung

Selain memiliki pantai-pantai nan indah, ternyata bali juga punya banyak gunung yang layak untuk dijajal sebagai arena pendakian. Bagi para petualang yang kebetulan sedang berlibur di Bali, 4 gunung ini sangat layak untuk dikunjungi, demi melihat sisi lain keindahan pulau Bali.

  1. Gunung Catur

Terletak di daerah Bedugul, Gunung Catur atau yang lebih sering disebut Gunung Catu, menjadi salah satu gunung yang sering dijelajahi oleh wisatawan. Oleh warga Bali, Gunung Catur lebih dikenal dengan sebutan Pucak Mangu. Memiliki ketinggian 2096 mdpl, kamu bisa mencapai puncak Gunung Catur selama kurang lebih 2,5 jam. Di puncak tersebut, kamu bisa sekalian berwisata ke Pura Pucak Mangu yang merupakan warisan dari Kerajaan Mengwi. Naik gunung sekaligus berwisata sejarah, kenapa tidak?

  1. Gunung Agung

Sebagai gunung tertinggi di Bali, nama Gunung Agung tentu sudah tidak asing lagi di telinga. Terletak di Kabupaten Karangasem, Gunung Agung memiliki posisi yang berhadapan dengan Gunung Rinjani di Lombok. Menurut kepercayaan agama Hindu, Gunung Agung merupakan gunung paling suci dan di sana terdapat pura terbesar di Bali, yaitu Pura Besakih. Jika kamu tertarik mendaki Gunung Agung, bulan Agustus adalah waktu yang tepat untukmu.

  1. Gunung Batur

Jika kamu seorang pendaki pemula, Gunung Batur bisa menjadi pilihanmu. Berada di Kecamatan Kintamani, Gunung Batur sendiri merupakan sebuah gunung berapi yang masih aktif. Meski demikian, kamu tidak perlu takut karena Gunung Batur sangat aman untuk didaki. Untuk mencapai puncaknya, kamu hanya memerlukan waktu selama 2-3 jam. Waktu terbaik untuk mendaki Gunung Batur adalah di pagi hari, supaya kamu dapat melihat kaldera yang begitu indah sekaligus melihat matahari terbit.

  1. Gunung Abang

Memiliki ketinggian 2.151 mdpl, Gunung Abang merupakan gunung tertinggi ketiga di Bali. Meski tidak terlalu sulit untuk didaki, Gunung Abang masih kurang populer bagi para pendaki dibandingkan dengan gunung-gunung di Bali yang lain. Jika kamu berkesempatan mendaki Gunung Abang, kamu dapat melihat deretan pura indah milik masyarakat Bali Aga. Selain itu, matamu juga akan dimanjakan dengan pemandangan alam sekitar yang begitu asri.

  1. Gunung Batukaru

Seperti halnya Gunung Abang, Gunung Batukaru masih kurang populer dibandingkan dengan gunung-gunung di Bali yang lain. Gunung Batukaru merupakan gunung tertinggi kedua di Bali dan masih menjadi bagian dari kawasan Cagar Alam Batukaru ini. Gunung ini terletak di daerah Bedugul dengan ketinggian 2.276 mdpl. Sesuai namanya yang berarti batok kelapa, Gunung Batukaru memiliki sebuah kawah besar yang bentuk menyerupai batok kelapa. Untuk bisa sampai ke puncak Gunung Batukaru, kamu membutuhkan waktu 3-4 jam.

Inilah Kisaran Biaya Untuk Perlengkapan Pendakian

Inilah Kisaran Biaya Untuk Perlengkapan Pendakian

Seseorang yang akan melakukan sebuah pendakian maka melakukan banyak persiapan yang matang, tidak hanya persiapan fisik dan mental, namun anda juga harus mempersiapkan manajemen dan perlengkapan mendaki juga harus diperhatikan dengan baik. Seperti halnya perlengkapan anda harus benar-benar mengeceknya dan memenuhi dengan baik, namun untuk perlengkapan membutuhkan biaya mendaki yang cukup banyak. Pasalnya dengan perlengkapan yang memadai maka anda sudah memenuhi safety dalam pendakian.

Nah, dengan membahas masalah pendakian anda juga harus mengetahui beberapa perlengkapan yang harus dipenuhi sebagai dasar peralatan mendaki. Sebenarnya memilih peralatan mendaki harus fleksibel dan memiliki banyak manfaat. Berikut ini macam-macam dan biaya perlengkapan mendaki yang harus dipenuhi.

Macam dan Biaya Perlengkapan Mendaki

  • Tas Ransel/Gunung
    Untuk tas ransel ini memang harus dimiliki oleh seorang pendaki, pasalnya tas ransel ini akan berfungsi untuk membawa barang-barang penting anda. Dalam memilih tas ransel ini anda harus memilih dengan tepat, dimaksud tepat ini anda harus memilih yang sesuai dengan postur tubuh, sesuai kebutuhan dan sesuai dengan biaya perlengkapan mendaki anda. Untuk harga tas ransel untuk pendaki ini tidak terlalu mahal, untuk info bagi anda yang akan mendaki harga tas ransel mencapai Rp. 250.000 hingga Rp. 1 jutaan harga ini tergantung dari merk dan kualitas yang akan diberikan dengan biaya perlengkapan mendaki yang anda miliki.
  • Jaket Gunung
    Diantara beberapa perlengkapan mendaki yang paling dasar dan harus dipenuhi ialah jaket, namun jaket yang harus anda gunakan juga harus dengan jaket yang cocok digunakan untuk di gunung. Namun yang harus anda ketahui biaya perlengkapan mendaki ini memang cukup mahal, untuk jaket yang cocok dengan suhu dingin dan tahan dari angin memiliki harga yang cukup mahal. Yang terpenting dalam memilih jaket gunung anda memilih jaket waterproof dan weatherproof, untuk bocoran harganya bagi anda yang akan menyiapkan biaya perlengkapan mendaki maka untuk jaket gunung ini dimulai harga Rp. 300.000 hingaa Rp. 1.000.000 tergantung dari merk, bahan dan fasilitas dari tas tersebut.
  • Sepatu dan Sandal Gunung
    Sepatu dan sandal gunung ini juga menjadi piranti yang wajib untuk anda penuhi sebagai pecinta alam sejati. Pasalnya desain dan bahan yang digunakan pada sepatu gunung ini memang sudah ditunjukkan untuk trek di gunung. Dari fungsinya juga sudah jelas untuk digunakan trek menanjak dan sepatu gunung ini akan memiliki jenis waterproof jadi bisa untuk menerjang lumpur atau genangan air, maka dari itu biaya perlengkapan mendaki ini menjadi mahal.

Selain sepatu, sandal juga akan disesuaikan untuk trek di gunung juga yang pasti akan menggunakan bahan yang berkualitas dan yang pasti untuk sandal gunung akan menggunakan tali agar tidak mengganggu perjalanan anda dan akan mempengaruhi biaya perlengkapan mendaki anda.

Untuk sepatu mencapai harga Rp. 500.000 hingga Rp. 2.000.000 sedangkan untuk sandal mencapai harga Rp. 100.000 hingga Rp. 1.000.000 hanya tergantung merk dan besar kecilnya biaya perlengkapan mendaki yang anda miliki.

  • Tenda Dome
    Tenda merupakan salah satu perlengkapan yang harus dipenuhi namun tidak bersifat individu, pasalnya tenda ini akan dipergunakan sebagai kelompok. Yang perlu anda ketahui bahwa tenda ini memiliki banyak macamnya dan juga merk, maka dari itu untuk biaya perlengkapan mendaki menjadi tidak bisa ditargetkan.

Dari beberapa perlengkapan mendaki yang sudah disebutkan diatas bisa menjadi refrensi bagi anda dan bisa menjadi acuan biaya perlengkapan mendaki. Dengan mengetahui harga masing-masing perlengkapan akan memudahkan menyiapkan dana yang mencapai kisaran Rp. 5.000.000an.

Wah, 3 Gunung Berapi Di Indonesia Ini Justru Sering Djamah Pendaki

Secara global gunung berapi ini bisa kita artikan sebagai sebuah sistem untuk menyalurkan fluidasi panas yang berbentuk cair atau lava dan memiliki panjang yang menuju kearah dalam, panjangnya berkisar 10 kilometer. Gunung berapi di Indonesia sendiri memang ada banyak, sebagian gunung berapi di Indonesia memiliki pesona alam yang sangat menakjubkan sehingga sering dijadikan tempat pendakian.

                Seperti yang kita ketahui bahwa masyarakat Indonesia khususnya anak muda sekarang ini memang lagi demam untuk mendaki gunung. Dimulai dari gunung yang tidak terlalu tinggi sampai gunung dengan puncak beribu-ribu mdpl. Bahkan pendakian juga dilakukan di beberapa gunung berapi di Indonesia yang masih berstatus aktif. Berikut ini 3 gunung berapi di Indonesia yang masih bestatus aktif dan sering dijadikan tempat pendakian.

  1. Gunung semeru

Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di pulau Jawa dan masih berstatus aktif sampai sekarang. Keindahan gunung berapi di Indonesia ini memang sudah terkenal dari jaman dahulu yaitu jaman Hok Gie sampai pada era kekinian saat ini.

Keindahan gunung ini seperti tidak pernah luntur oleh waktu, terbukti dari banyaknya pengunjung dari berbagai daerah bahkan sampai luar negeri rela datang jauh-jauh untuk menikmati keindahan gunung tertinggi di pulau Jawa ini. Gunung ini menggunakan sebuah aturan dimana kuota pendakian hanya berjumlah 500 orang, sehingga tak heran jika banyak orang yang rela melakukan antri untuk mendaki gunung Semeru ini.

Ini memang salah satu gunung berapi di Indonesia yang masih berstatus aktif, namun dengan pesona seperti danau Rano Kumbolo, tanjakan cinta, dan keindahan lainya membuat para pendaki tidak kuatir sedikitpun.

  1. Gunung slamet

Gunung berapi di Indonesia yang masih berstatus aktif selanjutnya adalah Gunung Slamet yang membentang di lima kabupaten di Jawa Tengah. Kabupaten tersebut adalah Pemalang, Tegal, Purbalingga, Banyumas dan juga Brebes. Namun untuk jalur yang sering digunakan untuk pendakian adalah jalur Blambangan yang berlokasi di desa Kutabawa, Karangreja, Purbalingga.

Ini adalah salah satu gunung tertinggi di Jawa Tengah, maka tak heran jika banyak sekali orang yang ingin menaklukan ketinggian dari gunung Slamet. Terlebih Gunung Slamet terkenal dengan jalur trecknya yang lumayan sulit, sehingga membuat pendaki seperti tertantang untuk menaklukanya.

  1. Gunung Merapi

Dan gunung berapi di Indonesia ketiga yang menjadi favorit para pendaki adalah Gunung Merapi yang terletak di daerah perbatasan antara Daerah Istimewa Yogyajarta dan Provinsi Jawa Tengah.

Walaupun aktifitas gunung yang satu ini bisa meningkat kapan saja, karena memang menjadi salah satu gunung sangat aktif di Indonesia, namun gunung yang masih menjadi tetangga Merbabu ini sangat disukai oleh para pendaki.

Dahulu salah satu gunung berapi di Indonesia ini sangat terkenal dikalangan pendaki karena memiliki puncak yang diberi nama Garuda. Namun pada tahun 2010 lalu puncak garuda ikut hancur karena adanya erupsi.

Perjalanan untuk mendaki gunung Merapi bisa memerlukan waktu sekitar empat sampai lima jam menggunakan jalur pendakian Selo yang berada di Boyolali. Biasanya para pendaki akan melakukan camping tepat di bawah gunung yang disebut sebagai Pasar Bubrah.

Inilah ketiga gunung berapi di Indonesia yang sering dijadikan sebagai lokasi untuk pendakian. Ketiga gunung memang memiliki keindahan alam yang sangat indah, terlebih gunung semeru dengan danau Rano Kumbolonya, status aktif pun bukan menjadi sebuah hambatan bagi mereka.

Tips Mengatasi Rasa Lelah Saat Mendaki Gunung

REN_1870

Mendaki gunung kini memang telah menjadi tren para remaja pecinta alam saat ini. Mereka selalu mencari referensi tempat untuk bisa di jadikan sasaran pendakian gunung. Tak bisa di pungkiri lagi, rasa lelah pasti selalu hingga pada siapa saja saat mereka mendaki gunung. Seorang pendaki pasti pernah merasakan letih saat mereka mendaki gunung.

Pada saat berada di gunung jangan sampai kelaparan dan dehidrasi untuk itu selalu bawa makanan yang bisa menambah cepat tenaga kita misalkan saja madu. Jangan sampai anda menyerah di tengah perjalanan saat mendaki gunung. Namun banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menyiasati rasa lelah yang muncul tersebut. Berikut ini beberapa tips bagi anda untuk mengatasi rasa lelah saat mendaki gunung yaitu:

  • Sebelum dan sesudah anda mendaki anda harus melakukan olahraga.
    Olahraga mampu memulihkan otot dengan cepat dan mencegah terjadinya keram. Jika anda langsung melakukan pendakian tanpa berolahraga sebelumnya bisa jadi anda akan merasakan pegal-pegal, badan terasa kaku dan juga keram. Jadi alangkah baiknya bagi anda untuk melakukan pemanasan dulu sebelum anda mendaki gunung. Dan anda juga bisa mempersiapkan diri dengan berolahraga jauh-jauh hari sebelum anda melakukan pendakian.
  • Istirahat sejenak
    Ketika anda merasa lelah saat mendaki gunung, anda dapat beristirahat sejenak.
    Saat rasa lelah mendera segeralah mencari tempat yang datar untuk beristirahat. Duduklah kemudian selonjorkanlah kaki anda. Aturlah nafas anda agar tidak ngos-ngosan dan kembali nomal. Jika sudah merasa mendingan anda dapat melanjutkan untuk melakukan pendakian gunung.
  • Minum secukupnya
    Saat anda sudah merasa lelah ataupun letih segeralah untuk minum secukupnya. Minum air putih selama anda mendaki gunung sangatlah wajib, guna penghilang rasa dahaga saat mendaki. Cara yang tepat minumlah 2 hingga 3 teguk air putih. Setidaknya minum air putih dapat membasahi tenggorokan anda. Ingatlah bahwa saat mendaki persediaan air minum anda pasti terbatas.
  • Lindungilah kulit anda dari sinar ultraviolet.
    Walaupun udara di pegunungan tergolong sejuk dan dingin, namun jangan sampai kulit anda terkena sinar matahari secara langsung. Karena jika anda terkena sinar matahari secara langsung bisa jadi kulit anda merasa seperti terbakar dan juga perih. Selalu gunakan jaket dan juga celana panjang agar terlindungi dari sinar matahari. Pakailah juga masker untuk melindungi bibir anda agar tidak kering dan juga pecah-pecah.
  • Membawa barang secukupnya
    Saat anda melakukan pendakian, bawalah barang secukupnya agar anda tidak mudah merasa lelah hanya karena beban barang bawaan anda. Mendaki tanpa membawa beban saja rasanya sudah merasa ngos-ngosan pastinya apalagi jika di tambah dengan beban barang bawaan yang berat, itu hanya akan membuat anda semakin lelah. Bawalah barang yang penting-penting aja seperti halnya persediaan makanan dan juga minuman. Sudah pasti barang ini yang sangat anda butuhkan saat anda merasa lelah.
  • Jarak bukanlah masalah
    Mengatasi rasa lelah saat mendaki gunung, jangan pernah anda memikirkan jarak. Banyak juga pendaki yang terburu-buru untuk dapat sampai di puncak pendakian. Dari awal mendaki anda tidak perlu memikirkan berapa lama waktu anda untuk dapat sampai kepuncak. Nikmatilah suasana sekitar saat pendakian, niscaya perjalanan anda akan terasa cepat.
  • Bukalah tenda jika anda memerlukannya.
    Jika anda sudah benar-benar merasa lelah saat mendaki gunung, jangan paksakan untuk mendaki. Bicaralah ke teman-teman anda untuk membukakan anda tenda. Kemampuan setiap pendaki memang berbeda. Sampai ke puncak gunung memang sangat membanggakan tetapi jangan sampai membahayakan kesehatan anda.
  • Konsumsi makanan secukupnya
    Konsumsilah makanan yang mampu mengembalikan tenaga anda. Misalkan saja pisang dan juga gula merah ini dipercaya mampu mengembalikan tenaga anda yang telah terkuras saat anda mendaki.
  • Hindari pendakian solo
    Jika anda merasa lelah saat mendaki gunung, jangan pernah anda memutuskan untuk beristirahat sendirian. Apabila anda sudah merasa lelah ajaklah kurang lebih satu orang untuk menemani anda beristirahat. Jangan sampai anda tertinggal dibelakang sendirian dan menyusul mereka seorang diri. Itu hanya akan membuat anda terpisah dari rombongan anda.
  • Mie Instan? No!
    Jika anda sedang mendaki gunung hindarilah untuk anda makan mie instan. Karena mie instan hanya akan membuat anda cepat merasakan lelah dan tidak bisa memulihkan tenaga anda. Mie instan hanya akan menyebabkan kita cepat merasa haus dan juga mie instan dapat menghambat penyerapan nutrisi yang ada dalam tubuh.

Beberapa cara yang bisa anda lakukan untuk mengatasi rasa lelah saat anda mendaki gunung. Semoga dapat memperlancar acara anda saat pendakian gunung. Dan anda bisa mencapai puncak gunung yang anda tuju dengan selamat. Jangan lupa sebelum anda melakukan pendakian gunung berdoalah terlebih dahulu, agar anda selalu terjaga.

Merasa lelah saat mendaki gunung sudah pasti menjadi hal yang biasa bagi para pendaki. Namun kini ada beberapa cara yang bias anda terapkan untuk mengatasi hal tersebut.

Tips Aman Pendakian Malam Hari

6

Untuk sampai puncak gunung dibutuhkan waktu yang tidak sedikit, bahkan kita harus terus berjalan berhari-hari agar sampai puncak sesuai dengan rencana awal. Tentu saja setiap pendaki mempunyai pilihan sendiri untuk melakukan sebuah pendakian, ada yang memilih untuk mendaki pada siang hari karena mendaki pada siang hari merupakan pendakian yang sangat aman untuk menghindari sesuatu hal yang mungkin akan terjadi dalam sebuah pendakian. Jika kita melakukan pendakian pada siang hari tentu akan sangat mudah untuk mengetahui jalur yang akan kita lalui, apakah berbahaya untuk dilewati atau tidak, dan masih banyak kemudahan lainya.

Namun juga tak sedikit orang yang memilih untuk melakukan pendakian malam hari, karena pendakian malam hari juga memiliki berapa kelebihan dibandingkan dengan pendakian siang hari. Kelebihan tersebut diantaranya adalah untuk menghindari dehidrasi yang diakibatkan oleh panasnya cuaca pada siang hari. Dengan melakukan pendakian malam hari kita akan bisa meminimalisir terjadinya dehidrasi. Selain itu pendakian malam hari juga akan membuat kita tidak merasakan perjalanan dengan begitu fikiran kita tidak hanya tertuju ke puncak saja, kita akan lebih fokus pada pendakian, untuk yang sering phobia melihat tanjakan dengan melakukan pendakian malam hari juga bisa mengurangi rasa takut karena pada malam hari kita tidak akan berada di dalam kegelapan.

Untuk anda yang ingin melakukan pendakian pada malam hari, atau terpaksa harus melakukan pendakian pada malam hari karena suatu hal anda dapat melakukanya dengan beberapa tips mengenai pendakian malam hari untuk menjaga keselamatan anda dalam melakukan sebuah pendakian malam hari. Berikut beberapa hal yang harus anda perhatikan.

  1. Bawalah senter atau peralatan penerangan lainnya

Untuk melakukan sebuah pendakian malam hari, alat penerangan seperti senter, headlamp atau korek api atau peralatan penerangan lainya menjadi sebuah peralatan yang wajib untuk dibawa mengingat pendakian malam hari sangat gelap. Pastikan peralatan yang anda bawa mampu untuk menerangi perjalan anda sampai waktu yang dibutuhkan untuk sampai puncak, gunakan dengan hemat jangan sampai menggunakan dengan sembarangan karena kita tidak bisa memastikan berapa lama waktu yang kita butuhkan untuk sampai kepuncak gunung. Selain membawa peralatan penerangan seperti senter dan headlamp bawa juga peralatan cadangan untuk berjaga-jaga jika terjadi masalah dengan peralatan penerangan anda.

  1. Lakukan pendakian dengan berkelompok

Jika anda akan melakukan sebuah pendakian malam hari, pastikan anda untuk melakukan pendakian bersama teman atau kelompok lainya. Pendakian malam hari membutuhkan kerja sama tim yang baik untuk memudahkan kita sampai puncak dengan selamat, pendakian malam seorang diri tentu akan sangat sulit untuk melalui medan kecuali bagi mereka yang sudah memiliki pengalaman. Terlebih jika anda seorang yang sangat takut mengenai hal-hal ghaib, tempat yang gelap apalagi dihutan belantara tentu akan membuat mental anda down jika melihat atau mendengar sesuatu yang tidak biasa anda jumpai yang akirnya pendakian anda akan kacau dan mungkin akan terjadi sesuatu yang lebih fatal pada diri anda. Mendaki bersama-sama tentu akan memudahkan kita dalam mengambil keputusan jika terjadi suatu halangan.

  1. Pahami jalur yang akan anda lewati

Cari informasi sebanyak mungkin mengenai jalur serta medan yang akan anda lewati pada pendakian malam hari, jika anda belum tahu seluk beluk mengenai jalur yang akan and lalui dalam pendakian malam hari, atau sesorang teman atau kelompok anda tidak ada yang tahu lebih baik urungkan niat anda untuk melakukan pendakian malam hari karena akan sangat berbahaya dan fatal akibatnya. Jika tidak mengetahui medan yang kita lalui, apalagi pndakian malam hari sudah pasti akan sangat gelap, kemungkinan akan salah memilih jalur akan lebih besar. turnkan ego anda, bagamanapun keselamat anda lebih penting dari pada apapun.

  1. Lakukan pendakian dengan santai

Jika kita melakukan pendakian malam hari, nikmatilah perjalan anda, dengan kondisi medan yang gelap berjalan dengan terburu-buru hanya akan membuat kita salah memilih jalur yang akan kita lalui bahkan kemungkinan terjadinya kecelakaan akan lebih besar jika kita terlalu terburu-buru. Lakukan perjalanan anda dengan santai sambil membaca apa yang ada di jalur yang kita lalui untuk menghindari kejadian yang tidak kita inginkan.

  1. Simpan peralatan pada ransel seperti yang biasa anda lakukan

Simpan semua peralatan yang dibutuhkan dalam pendakian malam hari pada sebuah ransel sesuai dengan tempat yang biasa anda lakukan. Hal ini untuk memudahkan anda dalam mencari barang tersebut jika dibutuhkan sewaktu-waktu. Mengingat dalam pendakian malam hari gerak kita sangat terbatas.

Persiapkan pendakian malam hari anda dengan matang untuk menghindari segala resiko yang mungkin akan terjadi. Dengan melakukan sebuah rencana pendakian kita akan lebih mudah untuk mencapai puncak lebih sesuai dengan rencana awal. Selalu waspada dan selamat mencoba.

 

Suka Mendaki Sendirian? Ikuti Tips Pendakian Solo Berikut!

_DSC0230

Bagi sebagian orang mendaki gunung bisa menjadi sebuah aktivitas yang sangat menyenangkan untuk mengisi liburan bersama teman-teman. Meski mendaki gunung memiliki tingkat resiko yang sangat tinggi, hal ini tidak menyurutkan niat mereka untuk melakukan pendakian karena bagi mereka menginjakan kaki dipuncak gunung yang tinggi menjadi sebuah kebanggaan tersendiri bagi mereka.

Pendakian umunya dilakukan dengan sebuah kelompok maupun bersama teman-teman. Karena dengan mendaki gunung bersama teman akan memudahkan kita mencapai puncak lebih cepat. Jika kita melakukan pendakian secara ramai-ramai kita lebih mudah melakukan pendakian karena kita bisa berbagi tugas baik untuk kordinasi jalan, peralatan pendakian, serta kebutuhan lainya.

Namun jika anda ingin melakukan sebuah pendakian sendiri, anda harus sangat hati-hati mengingat pendakian merupakan aktivitas yang sangat berbahaya, apalagi jika dilakukan sendirian, kita harus siap untuk menghadapi tantangan medan untuk sampai kepuncak, siap untuk menghadipi segala resiko yang mungkin akan terjadi, dan juga siap menentukan langkah anda sendirian. Bisa saja anda melakukan pendakian sendiri, namun anda harus memiliki beberapa hal agar pendakian sendiri anda berhasil sampai puncak dan kembali dengan selamat. Berikut beberapa tips yang bisa anda lakukan dalam melakukan pendakian sendiri.

Langkah pertama dalam melakukan pendakian sendiri adalah anda bisa memilih tempat yang sudah anda kenal dengan baik. Dengan mengenal dengan baik tempat yang anda jadikan sebagai pendakian sendiri anda akan lebih mudah untuk mengenali apa saja yang ada di tempat tersebut, bagaimana cuacanya, apa saja yang hadiperlukan, serta memprediksi segala kejadian dan resiko yang akan terjadi dengan baik karena anda sudah sangat mengenali tempat tersebut. Dengan begini anda akan lebih mudah untuk melakukan pendakian sendiri.

Untuk memuluskan perjalanan pendakian sendiri, anda harus bisa memprediksikan kemungkinan yang akan terjadi dan langkah apa saja yang harus anda lakukan jika hal itu benar-benar terjadi, bukan berpikir negatif, tapi ini untuk antisipasi mengingat pendakian secara berkelompok saja masih memiliki resiko yang sangat tinggi apalagi jika dilakukan seorang diri. Pastikan segala resiko yang mungkin saja terjadi bisa anda atasi sendirian, lakukan latihan-latihan yang diperlukan seperti penangan jika terluka, jika tersesat, jika cuaca tidak memungkinkan utuk melakukan pendakian.

Langkah selanjutnya dalam pendakian sendiri adalah dengan memilih jalur yang paling baik, jalur yang baik dalam pendakian sendiri adalah jalur yang biasa dilalui oleh para pendaki lainya. Jika anda memilih jalur yang sering digunakan para pendaki tentu tingkat keberhasilan untuk sampai kepuncak akan semakin baik. Selain itu anda juga akan sering menemukan para pendaki lainya yang mungkin dapat membantu anda ketika mengalami sebuah kesulitan biarpun anda melakukan pendakian sendiri teman-teman pendaki lainya pasti akan dengan senang hati membantu jika anda mengalami sebuah kesulitan.

Lakukan persiapan fisik sebelum pendakian sendiri untuk meningkatkan stamina anda dalam melakukan pendakian sendiri anda harus siap membawa semua peralatan seorang diri dimulai dari peralatan makanan, obat-batan, perlatan untuk tidur, serta peralatan lainya. Belum lagi medan yang akan hadapi seorang diri, tentu hal ini akan sangat menguras tenaga anda.

Tips selanjutnya adalah anda harus mampu mengetahui kekuatan anda sendiri, ketahuilah kekuatan diri anda dan sesuaikan dengan langkah yang akan anda ambil agar pendakian sendiri anda bisa sampai puncak dan kembali dengan selamat. Jika stamina anda mulai terkuras dan sudah sampai batasan kekuatan anda jangan terlalu memaksakan diri untuk cepat-cepat sampai puncak. Beristirahatlah, kembalikan stamina anda sampai siap untuk melanjutkan kembali pendakian sendiri anda. Jangan sekali-kali menuruti ego anda untuk sampai puncak dengan cepat, karena hal ini akan sangat berbahaya untuk diri anda sendiri.

Bersikap baik dengan pendaki lainya,dalam melakukan pendakian sendiri cobalah untuk bersikap ramah dengan pendaki lainya yang anda jumpai dalam perjalanan anda. Meskipun semua hal sudah anda fikirkan dengan baik namun bukan tidak mungkin sesuatu yang sebelumnya tidak anda fikirkan akan terjadi, sebaik apapun perencanaan anda, sebaik apapun pemecahan masalah anda, adakalanya kita akan membutuhkan pendaki lain di dalam pendakian seorang diri. Jika pendaki lain menemukan sebuah kesulitan cobalah untuk membantunya, jangan menuruti ego anda untuk cepat sampai puncak karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan sana, mungkin saja didepan sana kita akan membutuhkan bantuan dari pendaki lainya.

Selain itu anda juga harus memberikan informasi mengenai kapan anda melakukan pendakian, kapan anda akan pulang, dimana anda melakukan pendakian kepada sesorang untuk mengantisipasi jika sesuatu yang buruk menimpa anda mengingat pendakian sendiri memiliki resiko yang sangat tinggi. Sehingga jika sesuatu menimpa anda, seseorang tersebut akan lebih mudah untuk melakuakan pertolongan terhadap anda.

Dalam melakukan pendakian sendiri kita di tuntuk untuk menaklukan segala rintangan yang ada seorang diri, maka dari itu kita harus benar-benar memikirkan sebelum melakukan pendakian. Jangan hanya menuruti ego saja, keselamat anda adalah sesuatu yang lebih baik untuk tetap dijaga. Semoga artikel ini memberikan manfaat.

Pendaki Harus tahu Mountaineering Jika ingin Selamat Mendaki!

REN_1073

Aktifitas pendakian saat ini telah menjadi primadona segala penjuru di dunia. Karena kesenangan tersendiri mencapai puncak memiliki daya tarik keindahan alam yang luar biasa. Maka banyak orang merogoh koceknya ke toko khusus alat pendakian sampai toko online mempersiapkan diri untuk mendaki.

Berikut macam montaineering yang tepat anda ketahui sebelum mendaki dan sebenarnya menjadi salah satu syarat selamat pendakian:

  1. Berjalan (hill walking)sebenarnya kegiatan ini termasuk dalam pendakian gunung. Hill walking merupakan kegiatan paling populer dan banyak dilakukan di Indonesia. Hal ini disebabkan struktur pegunungan di Indonesia menonjolkan keindahan alam.
  2. Memanjat (rock climbing) meski sekarang ini terpisah dari kegiatan pendakian namun masih cabang dari mountaineering. Anda akan dituntut membawa berbagai alat dan benar-benar ahli dalam bidang ini yang menjadi syarat selamat pendakian.
  3. Mendaki gunung es (ice & snow climbing) keduanya tidak dapat dipisahkan karena struktur pegunungan es tidak dapat di duga. Agar syarat selamat pendakian lebih terjamin biasanya didalamnya mencakup: mountcamping, navigasi medan dan peta, mount resque, teknik-teknik rock climbing, pppk pegunungan, dan lain-lain.

Langkah Prosedur Pendakian 

Sebagai standar syarat selamat pendakian anda akan lebih terjamin apabila minimal memerhatikan tiga langkah dibawah ini yang umumnya digunakan para pecinta alam, yaitu :

  1. Persiapan awal syarat selamat pendakian:
  • Lebih cerdas bila anda berkelompok dan menentukan pengurus panitia pendakian tujuan gunung yang di impikan. Sebab akan memudahkan anda ketika membutuhkan pertolongan mendadak. Terlebih bila anggota atau minimal salah satu anggota dari kelompok anda sudah terlatih akan semakin bisa meminimalkan hal yang tidak diinginkan, artinya memaksimalkan syarat selamat pendakian.
  • Siapkan fisik dengan sering berolahraga, sebenarnya tidak perlu memaksakan diri, namu secara rutin sudah mengolah otot agar tidak terjadi kram dan sebagainya sebagai langkah awal syarat selamat pendakian. Selain itu persiapan mental menjadi kunci utama agar anda tetap tenang dalam kondisi apapun dari kemungkinan yang tidak diinginkan dan mampu mengatasi permasalahan ketika terjadi.
  1. Dalam melakukan pendakian akan lebih bagus juka anda atau salah satu dari anggota sudah pernah mendaki gunung tersebut. Namun biasanya tantangan dan alasan kenikmatan lebih memilih gunung yang belum anda kenal sebelumnya, syarat selamat pendakian yang harus diperhatikan adalah membawa guide.

Sedangkan dalam pelaksanaannya bentuklah kelompok anda menjadi tiga agar syarat selamat pendakian semakin maksimal, yakni:

  • Kelompok pelopor, lebih dikenal sebagai ketua atau koordinator tim.
  • Kelompok inti
  • Kelompok penyapu, berada paling belakang yang menjaga anggota anda dari kelelahan.

Selama perjalanan mendaki, tetaplah jaga anggota anda! Artinya selama pendakian yang paling utama adalah kekompakan anggota. Sebab syarat selamat pendakian yang paling utama memerhatikan kondisi anggota.

  1. Evaluasi akan membantu perbaikan kegiatan pendakian akan datang.

 

Persiapan Mendaki Gunung 

  1. Pengenalan Medan

Orientasi mengenal gunung yang akan dituju tidak boleh ditinggalkan sebagai syarat selamat pendakian. Pengenalan mulai dari keadaan perjalanan pendakian akan memungkinkan kita membawa peralatan yang dibutuhkan. Selain itu cuaca gunung yang tak menentu akan diketahui dari standar rata-rata cuaca gunung yang akan kita daki. Sehingga pengenalan ini membantu persiapan syarat selamat pendakian dengan membawa kebutuhan peralatan pendakian. 

  1. Persiapan Fisik

Syarat selamat pendakian berikutnya masalah kelenturan tubuh akan menjauhkan kita dari kram otot bahkan mengurangi resiko kejang otot setelah mendaki.  

  1. Persiapan Tim

Menentukan pembagian tim dengan tiga aspek(koordinator, anggota inti, dan penyapu) dan jumlah tim berpengaruh terhadap kesuksesan pendakian anda. Semakin banyak jumlah anggota pendakian akan semakin lambat dan sulit dalam mengondisikannya. Oleh karena itu syarat selamat pendakian dalam pembagian tim berjumlah kurang lebih enam orang. 

  1. Perbekalan dan peralatan

Bahaya di gunung 

Sebenarnya dalam kegiatan mendaki dengan persiapan yang maksimal pun tidak dapat dipungkiri selalu saja ada masalah internal(anggota/individu) dan eksternal(kondisi gunung). Maka syarat selamat pendakian menjadi tujuan terpenting meski sebenarnya anda menginginkan kenikmatan dalam mendaki. Maksudnya anda bisa mengetahuinya dibawah ini: 

 

Faktor Internal

Kemampuan dalam mendaki setiap individu menentukan syarat selamat pendakian lebih besar. Sebab setiap anggota dituntut memenuhi kebutuhannya sendiri agar selalu terjaga kesehatannya. Maka yang paling berpengaruh yaitu: pengetahuan pendakian, pengalaman, kemampuan membaca permasalahan dan menangkap kebutuhan pendakian.

 

Faktor Eksternal 

Secara teknis gangguan ini berasal dari alam itu sendiri, misalnya seperti cuaca, curah hujan, angin, dan lain sebagainya. Rasa yang semakin menginginkan sampai puncak akan mendorong kita untuk melupakan syarat selamat pendakian. Oleh karena itu kadang kebutuhan gizi dan peranan panas tubuh sering kita lupakan.

Demikian yang dapat menjadi pegangan kita ketika ingin mendaki mendapatkan kesenangan paling berbeda daripada hobi yang lain. Selain mendapat hadiah keindahan alam yang luar biasa anda akan diuji syarat selamat pendakian dengan harapan sehat selamat samai di rumah. Semoga pendakianmu aman dan menyenangkan.

Mencegah Dan Mengatasi Cidera Otot Saat Pendakian

11

Mengatasi cidera otot – Seorang pendaki sejati entah pemula atau pendaki berpengalaman memiliki resiko terserang cidera otot. Hal ini disebabkan saat pendakian semua otot tubuh mereka bekerja sangat ekstra terutama otot kaki sebagai pijakan. Bagi seorang pendaki pemula hal ini kerap terjadi karena kurangnya latihan dan pemanasan ketika hendak melakukan pendakian. Jangan khawatir, hal tersebut bisa dibilang sebuah hal yang wajar, yang pasti kita tahu dengan pasti cara untuk mencegah, macam cidera yang terjadi dan cara untuk mengatasinya.

Lebih jelasnya anda bisa simak sedikit ulasan untuk mencegah dan mengatasi cidera otot saat pendakian anda bisa menyimak ulasan dibawah ini.:

 

Cidera pada pergelangan kaki

Cidera otot yang terjadi pada bagian pergelangan kaki ini ditandai dengan radang serta nyeri pada kaki bagian pergelangan. Cidera otot ini akibat otot bawah pada betis tidak terlalu kuat sehingga saat melewati medan berbatu, tidak rata serta tanah yang tidak mulus akan menyebabkan kaki bagian pergelangan menjadi tidak stabil pada saat posisi berjalan.

Untuk mencegah dan mengatasi cidera otot ini anda bisa melakukan latihan dengan gerakan berdiri dengan satu kaki sambil membawa beban. Hal ini bertujuan untuk membuat otot bawah bagian kaki atau pergelangan menjadi lebih kuat.

 

Sakit pada tulang jari

Sakit pada tulang jari dirasakan pada bagian tulang sebelum jari pada kaki, rasa sakit ini ibarat terdapat batu yang tajam yang terdapat dalam sepatu anda. Untuk mencegah dan mengatasi cidera otot atau kram ini anda harus mengurangi kebiasaan menanjakkan kaki pada sepatu bagian ujung secara berlebihan, menghindari memakai sepatu dengan lekuk yang terlalu keatas serta ujung sepatu yang sempit.

 

Kram pada bagian betis

Cidera otot yang terjadi pada bagian betis ini ditandai dengan kram otot yang terjadi pada bagian betis, tidak bertenaga, dan kualitas nyerinya seperti terbakar. Cidera otot ini akibat sang pendaki melalui tanjakan yang berbatu dimana pendaki dihadapkan pada keadaan yang mengharuskannya mendaki dengan kaki satu demi satu dimana bukan pantat atau otot paha sebagai tumpuannya melainkan betis.

Untuk mencegah dan mengatasi cidera otot atau kram pada betis ini anda harus rutin melatih otot bokong dan paha anda agar otot tersebut bisa dijadikan tumpuan saat hendak memanjat pada jalan menanjak. Kemudian mengatasi cidera otot ini dengan diistirahatkannya seluruh tubuh, taruh kaki sedikit tinggi daripada organ jantung, lalu pijat betis perlahan agar lebih lemas dan kaku berkurang.

 

Nyeri pada otot pinggul

Cidera pada otot pinggul ini ditandai dengan nyeri yang sangat pada saat melangkah yang disebabkan jaringan lunak yang terdapat pada organ pinggul mengalami kerusakan serta peradangan pada sendi yang terdapat di bagian pinggul. Hal ini bisa dilihat dari rasa malas ketika mengangkat bagian paha, cara anda berjalan yang sedikit aneh. Cidera otot ini disebabkan oleh kebiasaan mendaki gunung saat weekend tanpa prepare dengan latihan olahraga sebelum pendakian . Untuk mengatasi cidera otot atau kram ini bisa dilakukan dengan menguatkan otot pinggul dengan hip abductor exercise.

 

Nyeri pada paha disertai gemetar pada lutut

Penyebab cidera otot ini adalah barang bawaan pendaki yang masih terlalu berat saat turun sehingga membuat lutut, pinggul serta pergelangan kaki dalam keadaan yang kurang sejajar yang menyebabkan kaki pendaki tidak sama panjang saat berjalan.

Cara mencegah dan mengatasi cidera otot ini adalah dengan melatih otot bahu hingga pinggul atau otot torso agar saat turun dari pendakian tubuh anda dalam keadaan stabil.

 

Selepas pendakian para pendaki biasanya mengalami rasa pegal dan nyeri pada bagian otot tertentu, sehingga sehabis menjalani pendakian biasanya mereka melakukan beberapa metode penyembuhan. Nah, berikut ini kami berikan beberapa cara ampuh untuk mengatasi cidera otot dengan sederhana seperti:

  1. Peregangan otot

Para pendaki biasa mengatasi cidera otot hal ini dengan teknik traction dengan penarikan otot tubuh diterapkan pada jari, kaki, dan lengan dan hanya mereka percayakan kepada orang yang ahli agar tidak terjadi luka robek.

  1. Massage

Massage atau pemijatan untuk mengatasi cidera otot ini sangat efektif mengatasi pembengkakan dan kejang pada otot. Namun rasionalnya banyak teknik massage yang tersedia pada era ini, sehingga anda harus memastikan ahli pijat serta teknik pemijatan yang anda pilih adalah tepat serta tidak berefek memperparah.

  1. Pengompresan

Mengatasi cidera otot dengan cara ini bertujuan untuk membuat panas tubuh berkurang, mengurangi nyeri serta mengatasi bengkak pada bagian tubuh tertentu. Untuk menurunkan panas tubuh anda bisa memanfaatkan kompres air hangat sedang untuk bengkak atau luka memar anda bisa menggunakan kompres air es.

  1. Penggunaan obat

Mengatasi cidera otot dengan obat relaksan bisa menimbulkan efek kantuk, sehingga anda memerlukan istirahat yang cukup untuk memulihkan kondisi anda fit kembali. Obat yang biasa digunakan untuk mengatasi cidera otot, kesleo atau kejang pada otot antara lain: lioresal/ baclofen, meraxalone, orphenadrine, dll.

Cidera otot ketika pendakian merupakan sebuah permasalahan yang sering terjadi. Dengan mengetahui macam dan cara mengatasinya cidera otot ini tentunya akan lebih mempermudah anda ketika melakukan pendakian. Tentunya anda tidak ingin jika aktivitas bahagia anda terhenti gara-gara cidera otot ini bukan?

Film Inspiratif Yang Mengangkat Kisah Pendakian

vertical-limit-Copy

Dunia perfilman kini semakin menarik dan memiliki banyak pilihan karena tidak menghadirkan kisah-kisah romance saja. Sekarang sudah banyak produser yang berani melawan film-film romance yang sejak lama menguasai sebagian besar pasar film dengan menghadirkan film yang mengankat kisah seorang yang sedang melakukan pendakian. Berikut beberapa film yang memiliki tema pendakian.

North Face

Film ini mengangkat kisah pendakian dari dua orang pemuda yang mengikuti sebuah kompetisi yang diadakan di peggunungan Alpen. Andrea Hinterstoisser dan Toni Kruz adalah dua anak muda yang memiliki ambisi yang sangat tinggi untuk menjadi orang pertama yang bisa menaklukan gunung Eiger.

Semua pendaki yang mengikuti kompetisi ini pun sama memiliki ambisi yang sangat tinggi dan siap bersaing untuk menjadi orang pertama yang menginjakan kakinya di puncak gunung Eiger, namun disaat salah satu pendaki mengalami sebuah masalah dengan kondisi tubuhnya para pendaki justru rela menurunkan egonya untuk sampai ke puncak demi menyelamatkan pendaki yang cidera tersebut meski pada akirnya semua anggota tewas di saat penyelamatan.

Film north face ini mengajarkan kita tentang pentingnya peduli dengan sesama disaat orang lain sedang membutuhkan pertolongan meski orang tersebut rival kita sendiri.

 

Into Thin Air

Film ini mengankat kisah pendakian dari Jon Krakauer seorang penulis untuk sebuah majalah outside yang juga memiliki hobi melakukan pendakian. Jon Krakuer mendapatkan sebuah misi untuk menuliskan sebuah tema yang mengambil gunung Everest sebagai sebuah objek yang harus ia tulis. Jon Krakuer bersama dengan tim ekspedisis yang dipimpin oleh Rob Hall akirnya mulai melakukan pendakian gunung Everest dari kaki gunung Himalaya.

Pada kesempatan yang sama ada banyak tim pendaki lain yang melakukan pendakian pada gunung Everest. Cuaca yang terjadi pada saat itu tidak memungkinkan untuk melakukan sebuah pendakian sampai ada sebagian dari tim pendaki yang harus terpaksa kembali ke camp. Namun Jon Krakuer harus tetap melanjutkan pendakianya dan berhasil sampai puncah gunung Everest.

Akirnya tim ekspedisi Jon Krakuer yang di pimpin oleh Rob Hall turun dari puncak gunung Everest sekaligus mencari para client-clienya yang tidak bisa melanjutkan perjalanan sampai puncak.

Cuaca yang buruk serta kondisi tubuh yang terus melemah akirnya membuat para client meninggal, hal yang sama menimpa Rob Hall, akirnya dia meninggal karena tidak mau turun dan memilih untuk menyuruh bala bantuan untuk menjemput, namun tidak ada penjemputan karena kondisi cuaca yang tidak memungkinkan.

Vertical Limit

Film ini mengankat sebuah kisah pendakian dari keluarga yang memiliki hobi yang sama. Royce Garet memiliki dua orang anak Peter dan Anne, pada saat itu mereka melakukan sebuah pendakian bersama, namun nasib buruk menimpa keluarga tersebut karena tali yang digunakan tidak mampu untuk menahan beban, akirnya Peter dipaksa oleh ayahnya Royce Garret untuk memutus tali yang terhubung dengan Royce agar kedua anaknya selamat dari maut dan Royce pun meninggal.

Cerita lalu bergeser ke gunung Himalaya, ada seorang yang ingin meluncurkan sebuah penerbangan dan ingin melakukan sebuah riset di puncak gunung tersebut. Kondisi cuaca pada saat itu sangat buruk, namun seseorang tersebut tetap memaksa untuk tetap melakukan pendakian yang membuat Anne terjebak di gunung Himalaya. Peter yang sudah mengetahui adiknya Anne terjebak lalu melakukan sebuah penyelamatan dengan membentuk sebuah tim penyelamatan.

 

127 Hours

Film ini mengangkat kisah pendakian dari seorang remaja yang bernama Aron. Di film ini Aron melakukan sebuah pendakian di Blue John Canyon seorang diri tanpa memberitahu siapapun. Ia pergi menyususri Blue John Canyon dengan persiapan dan juga peralatan yang sangat matang. Namun kejadian diluar perkiraanya terjadi yang membuat Aron terpelosok jatuh ke dalam sebuah tebing yang sangat dalam dan ada sebuah batu yang sangat besar menindih pergelangan tanganya yang membuat Aron tidak bisa bergerak.

Segala cara dilakukan oleh Aron agar tangan Aron terbebas dari batu yang menjepit tangannya. Namun semua usaha yang dilakukan oleh Aron tidak juga membuahkan hasil yang membuat Aron semakin putus asa. Di tengah perasaan putus asa yang hadir di fikiran Aron, dia teringat oleh mantan kekasih dan juga ibunya yang slalu menunggunya dirumah. Akirnya Aron memiliki sebuah ide yang sangat ekstream untuk menyelamatkan diri dengan cara memotong pergelangan tangannya sendiri. Namun ternyata peralatan pisau yang dibawa Aron bukanlah sebuah pisau yang tajam, namun hanya sebuah pisau lipat yang tumpul. Aron mulai menusukan pisau lipat tersebut dan dengan rasa sakit yang ia rasakan akirnya ia berhasil memotong tanganya sendiri.

 

Beberapa film yang mengangkat kisah pendakian tersebut akan memberikan banyak sekali pelajaran bagi kita. Dibalik setiap kisah pendakian seseorang pasti ada sebuah perjuangan yang sangat besar untuk tetap bertahan hidup meski ada juga yang menerima nasib yang buruk. Dari film-film ini kita akan semakin mengetahui untuk mengukir sebuah kisah pendakian dibutuhkan persiapan yang sangat matang, mengingat aktivitas ini memiliki resiko yang sangat besar. kesalahan sedikitpun akan sangat fatal akibatnya.

Nah, bagaimana dengan kisah atau cerita pendakian anda?